Banjir dan Angin Kencang Dominasi, 90 Bencana Terjadi di Sumsel Sepanjang 2026

PALEMBANG, Catatan JurnalistBencana alam masih menjadi ancaman serius di Sumatera Selatan. Dalam kurun waktu kurang dari lima bulan, sebanyak 90 kejadian bencana tercatat melanda berbagai wilayah di provinsi ini, dengan banjir dan angin kencang menjadi bencana yang paling dominan.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat, sejak 1 Januari hingga 25 Mei 2026, puluhan ribu warga terdampak akibat rentetan bencana yang terjadi hampir di seluruh kabupaten dan kota.

Kepala Pelaksana BPBD Sumsel M. Iqbal Ali Syahbana melalui Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengungkapkan bahwa selama musim hujan tahun ini pihaknya mencatat 32 kejadian banjir dan 30 kejadian angin kencang yang menjadi penyumbang terbesar dari total bencana yang terjadi.

“Selama periode 1 Januari sampai 25 Mei 2026, BPBD Sumsel mencatat 90 kejadian bencana yang didominasi oleh 32 kejadian banjir dan 30 kejadian angin kencang,” ujar Sudirman di Palembang, Jumat (29/5/2026).

Berdasarkan pemetaan BPBD, Kabupaten Ogan Ilir menjadi daerah paling rawan dengan 16 kejadian bencana. Disusul Kabupaten OKU Selatan sebanyak 12 kejadian, Kabupaten Muara Enim sembilan kejadian, Kota Prabumulih delapan kejadian, dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tujuh kejadian.

Selain banjir dan angin kencang, BPBD juga mencatat 14 kejadian tanah longsor, delapan kebakaran permukiman, empat banjir bandang, serta dua kejadian angin puting beliung.

Puluhan Ribu Rumah Terendam

Dampak bencana yang terjadi cukup memprihatinkan. Banjir yang melanda berbagai wilayah menyebabkan sebanyak 43.770 rumah warga terendam air.

Dari jumlah tersebut, 108 rumah mengalami rusak berat, 32 rumah rusak sedang, dan 139 rumah lainnya mengalami rusak ringan.

Tidak hanya menghantam permukiman warga, banjir juga merusak sedikitnya 15 jembatan yang menjadi akses penghubung antarwilayah.

Kerusakan juga meluas ke berbagai fasilitas publik. Tercatat 66 bangunan fasilitas pendidikan mengalami kerusakan, diikuti 39 rumah ibadah, 21 fasilitas kesehatan, serta 26 bangunan lainnya.

Ribuan Hektare Lahan Pertanian Terdampak

Sektor pertanian dan perkebunan turut merasakan dampak besar dari bencana yang terjadi sepanjang awal tahun 2026. BPBD mencatat sedikitnya 4.810 hektare lahan persawahan dan 1.395 hektare area perkebunan terendam banjir.

Kondisi ini berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian sekaligus mengancam perekonomian masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor tersebut.

Secara keseluruhan, jumlah warga terdampak mencapai 43.708 Kepala Keluarga (KK). Dari jumlah itu, sebanyak 607 KK terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari risiko yang lebih besar.

Selain kerugian material, rentetan bencana yang terjadi juga menimbulkan korban jiwa. BPBD Sumsel mencatat tiga orang mengalami luka-luka dan empat orang meninggal dunia akibat berbagai peristiwa bencana yang terjadi sepanjang tahun ini.

Dengan masih tingginya potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah, BPBD Sumsel mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan potensi bencana agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Judul:
90 Bencana Terjang Sumsel dalam 5 Bulan, Puluhan Ribu Rumah Terendam dan 4 Warga Meninggal Dunia

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *