PALEMBANG, Catatan Jurnalist –– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan mencatat sebanyak enam titik panas (hotspot) terpantau di wilayah Sumsel hingga Jumat (26/6/2026) pukul 05.00 WIB berdasarkan data Sipongi Kementerian Kehutanan.
Dalam rilis BPBD Sumsel tersata ada enam hotspot tersebut tersebar di empat kabupaten, yakni Kabupaten Banyuasin satu titik, Lahat dua titik, Muara Enim dua titik, dan Ogan Ilir satu titik.
Meski masih ditemukan titik panas, BPBD Sumsel menyebut tidak ada laporan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama Kamis (25/6/2026). Kondisi ini menunjukkan upaya pencegahan dan patroli yang dilakukan di lapangan terus diperkuat.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Sumsel, sejak 1 Januari hingga 25 Juni 2026 telah terjadi 191 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak mencapai 305,39 hektare.
Tren kejadian karhutla sepanjang 2026 menunjukkan peningkatan signifikan memasuki musim kemarau. Pada Januari tidak tercatat kejadian, Februari satu kejadian, Maret enam kejadian, April empat kejadian, kemudian melonjak menjadi 91 kejadian pada Mei dan 89 kejadian hingga 25 Juni.
Sementara itu, prakiraan cuaca dari BMKG Sumatera Selatan menyebutkan kondisi cuaca pada Jumat (26/6/2026) umumnya cerah berawan. Potensi hujan ringan diperkirakan terjadi pada pagi hari di wilayah Lubuk Linggau.
Pada siang hingga sore hari, hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah OKU Selatan, OKU, Muara Enim, Lahat, Pagar Alam, Empat Lawang, Musi Rawas Utara, dan OKI. Sedangkan malam hari, hujan ringan diperkirakan mengguyur wilayah OKU, Muara Enim, Lahat, Prabumulih, PALI, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, dan Musi Banyuasin. Kecepatan angin diprakirakan berkisar 5 hingga 25 kilometer per jam dari arah timur hingga barat daya, tanpa adanya peringatan dini cuaca.
Meski demikian, tingkat potensi kemudahan terjadinya kebakaran di sebagian besar wilayah Sumatera Selatan masih berada pada kategori sangat mudah (very high), terutama pada lapisan atas permukaan tanah. Kondisi ini membuat masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan.
Untuk mengantisipasi terjadinya karhutla, BPBD Sumsel bersama instansi terkait terus melakukan berbagai langkah pencegahan, mulai dari patroli darat dan udara, monitoring sebaran hotspot, sosialisasi pencegahan karhutla kepada masyarakat, pemadaman darat dan udara, hingga menyiagakan personel beserta peralatan.
Dalam mendukung operasi udara, saat ini telah disiapkan satu unit pesawat Cessna Tipe C208B, satu unit helikopter patroli AS 355 PK RTG, serta empat unit helikopter water bombing yang siap diterjunkan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera Selatan.(ADV)










