Banjir Rendam 10 Rumah di Gunung Gajah Lahat, Warga Rugi Puluhan Juta

LAHAT, Catatan Jurnalist Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Lahat pada Minggu malam menyebabkan banjir di RT 02 RW 01, Kelurahan Gunung Gajah, Kabupaten Lahat. Genangan air yang meluap dari saluran drainase merendam sedikitnya 10 rumah warga.

Banjir terjadi setelah curah hujan tinggi membuat saluran drainase di lingkungan tersebut tidak mampu menampung debit air. Air pun meluap dan masuk ke dalam rumah warga, merusak sejumlah barang berharga.

Sejumlah peralatan elektronik seperti kulkas, televisi, hingga berbagai perlengkapan rumah tangga dilaporkan rusak akibat terendam air. Warga memperkirakan total kerugian yang ditimbulkan dari peristiwa ini mencapai puluhan juta rupiah.

Selain kerugian materi, banjir juga mengganggu aktivitas warga. Setelah air surut, warga harus membersihkan rumah dari sisa lumpur dan genangan air yang masih tertinggal di dalam rumah.

Ketua RT 02 RW 01 Kelurahan Gunung Gajah, Robi Ali, mengatakan banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang membuat saluran air tidak mampu menampung aliran air.

“Ketika hujan deras turun, saluran air di lingkungan kami tidak mampu menampung debit air sehingga meluap dan masuk ke rumah warga,” ujar Robi Ali.

Ia menjelaskan, kejadian banjir di wilayah tersebut bukanlah yang pertama kali terjadi. Setiap hujan deras turun, air kerap meluap dan menggenangi rumah warga meskipun hujan tidak berlangsung lama.

“Ini sudah sering terjadi. Walaupun hujannya tidak terlalu lama, air tetap meluap dan masuk ke rumah warga,” tambahnya.

Robi Ali berharap Pemerintah Kabupaten Lahat dapat segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi persoalan tersebut, terutama dengan memperbaiki dan menormalisasi saluran drainase di lingkungan mereka.

Video :https://vt.tiktok.com/ZSuxR29rN/

Sementara itu, tokoh masyarakat RT 02, Hendri Sucipta  yang juga merupakan mantan anggota DPRD Kabupaten Lahat periode 2009–2014, menilai banjir yang berulang membutuhkan solusi jangka panjang dari pemerintah daerah.

Menurutnya, perlu ada pengaturan kembali aliran air dari wilayah sekitar agar tidak seluruhnya mengarah ke drainase di lingkungan warga.

“Pemerintah sebaiknya mengatur aliran air dari Desa Selawi menuju Desa Suka Negara agar bisa langsung dialirkan ke Sungai Lematang. Dengan begitu debit air yang menuju drainase di lingkungan kami tidak terlalu besar dan banjir bisa dicegah,” jelas Hendri.

Hal senada juga disampaikan tokoh pemuda RT 02, Saputra. Ia menyebut banjir di wilayah tersebut sudah beberapa kali terjadi dalam waktu dekat, khususnya selama bulan Ramadan.

“Selama bulan Ramadan ini sudah tiga kali banjir terjadi di RT 02. Semuanya terjadi pada malam hari saat warga sedang beristirahat,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi permasalahan tersebut agar warga tidak terus-menerus dirugikan.

“Pemerintah harus segera bergerak mengatasi persoalan ini, jangan hanya cepat saat menjelang pemilihan kepala daerah saja,” tegasnya.

Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah untuk memperbaiki sistem drainase dan pengelolaan aliran air di kawasan tersebut agar kejadian banjir yang merugikan masyarakat tidak kembali terulang di masa mendatang.

laporan : Ahmad Suyuti

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Liputan Terkini