Benteng Kuto Besak Dipoles, Palembang Siapkan Wisata Sejarah Baru Palembang

PALEMBANG, Catatan Jurnalist  – Revitalisasi kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) yang dilakukan Kodam II/Sriwijaya mendapat apresiasi dari Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru. Penataan kawasan bersejarah tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam menghidupkan kembali salah satu ikon kebanggaan masyarakat Sumsel sekaligus memperkuat sektor pariwisata berbasis sejarah.

Apresiasi itu disampaikan Herman Deru saat menghadiri prosesi topping off revitalisasi Benteng Kuto Besak di kawasan BKB, Palembang, Minggu (28/6/2026).

Menurutnya, Benteng Kuto Besak merupakan salah satu bangunan bersejarah paling dikenal di Palembang. Namun, tidak semua masyarakat memahami nilai sejarah yang dimiliki benteng yang mulai dibangun pada 1780 tersebut.

“Yang patut dibanggakan, Benteng Kuto Besak dibangun oleh putra daerah, bukan oleh penjajah. Benteng ini menjadi simbol perjuangan masyarakat Sumatera Selatan dalam mempertahankan wilayahnya dan merupakan warisan sejarah yang harus dijaga,” ujarnya.

Herman Deru menilai pembukaan kawasan Benteng Kuto Besak kepada masyarakat akan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang. Dengan akses yang lebih terbuka, masyarakat diharapkan dapat mengenal lebih dekat sejarah daerahnya.

Ia juga mengajak pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumsel, Pemerintah Kota Palembang, budayawan, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pengembangan kawasan tersebut melalui penyediaan berbagai fasilitas penunjang.

Menurutnya, pelestarian sejarah tidak cukup hanya dengan mengenang masa lalu, tetapi juga diwujudkan melalui upaya menjaga dan mengembangkan situs bersejarah agar tetap relevan bagi generasi masa kini.

“Palembang memiliki potensi besar menjadi destinasi wisata unggulan. Tidak hanya wisata sungai, tetapi juga wisata sejarah yang mampu menarik minat wisatawan dari berbagai daerah,” katanya.

Herman Deru turut menyampaikan apresiasi kepada Pangdam II/Sriwijaya beserta jajaran atas inisiatif melakukan revitalisasi kawasan Benteng Kuto Besak. Ia optimistis keberadaan destinasi wisata sejarah baru tersebut akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan sektor jasa dan pariwisata di Kota Palembang.

Sementara itu, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis menegaskan revitalisasi Benteng Kuto Besak merupakan bentuk komitmen Kodam II/Sriwijaya dalam melestarikan salah satu ikon sejarah Palembang.

Ia menjelaskan Benteng Kuto Besak bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi juga simbol kemandirian karena dibangun sepenuhnya oleh putra daerah pada masa Kesultanan Palembang Darussalam di akhir abad ke-18.

Berbagai penataan telah dilakukan di kawasan tersebut, mulai dari pembersihan area, penataan ruang perkantoran, ruang publik, hingga pembenahan fasilitas umum untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.

Selain itu, pembangunan Tourism Information Center menjadi tahap awal pengembangan kawasan yang diharapkan mampu menjadi pusat informasi wisata sekaligus mendukung pengelolaan Benteng Kuto Besak sebagai destinasi wisata sejarah yang modern tanpa menghilangkan nilai-nilai historisnya.

“Kami berharap Benteng Kuto Besak menjadi simbol perpaduan antara pelestarian warisan budaya, layanan wisata berbasis teknologi, dan kawasan yang tertata sehingga semakin membanggakan masyarakat Sumatera Selatan,” ujar Ujang Darwis.

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Liputan Terkini