Bupati Belu Ungkap Program Pemberdayaan yang Digagas Disusun Secara Detail

BELU, Catatan Jurnalist  – Bupati Belu, Willybrodus Lay menegaskan pentingnya perencanaan yang jelas dan rinci dalam setiap program pemberdayaan masyarakat desa. Hal itu ia sampaikan saat membahas berbagai program yang tengah berjalan di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur.

Bupati Belu menyebut bahwa sejumlah kegiatan pemberdayaan yang sedang digagas perlu disusun secara detail, mulai dari besaran anggaran per orang, hingga rincian pengadaan bibit dan ternak.

“Kalau bisa datanya sesuai objek yang ada di Silawan. Misalnya pengadaan ternak babi 25 ekor, pembukaan lahan satu hektar, pengadaan bibit jagung dan obat-obatan. Itu semua harus jelas, bibit jagungnya berapa kilo, obat-obatannya apa saja, dan label bibitnya apa. Jangan sampai masyarakat hanya dapat sedikit karena bibitnya mahal,” tegas Bupati Belu

Ia menjelaskan, bibit jagung yang dipilih sebaiknya bibit komposit berlabel ungu atau biru agar tahun depan dapat kembali diambil dari masyarakat untuk program lanjutan. Bupati Belu juga menyoroti perlunya pola pengadaan ternak yang bersifat bergulir.

“Ternak babi 25 ekor itu jangan hanya dibagikan begitu saja. Ke depan harus bergulir. Kita buka dulu lahan-lahan tidur supaya masyarakat bisa tanam jagung. Kalau padi tidak bisa, ya kita fokus ke jagung. Dengan begitu pemberdayaan bisa jalan berkelanjutan,” dalam keterangannya di Media ini, Jumat (26/09/2025).

Bupati Willy Lay juga menekankan pentingnya sosialisasi langsung kepada masyarakat. Ia meminta pemerintah desa dan kecamatan mengundang masyarakat untuk bersama-sama membicarakan rencana pembukaan lahan.

Lebih jauh, Bupati Willy Lay menjelaskan potensi besar yang dimiliki Desa Silawan karena sudah ada pabrik pakan ternak yang dapat memproduksi hingga 5 ton per hari atau sekitar 1.250 ton per tahun. Potensi ini, menurutnya, perlu dioptimalkan dengan sinergi antar desa.

“Kalau bisa, dua atau tiga desa keroyok sama-sama supaya produksi jagung berkesinambungan sepanjang tahun. Kita harus punya stok jagung minimal 1.250 ton. Kalau satu hektar hasilnya tiga ton, berarti kita butuh sekitar 400 hektar. Desa Silawan sendiri paling sedikit harus siapkan 200 hektar untuk jagung,” terang Bupati Willy Lay.

Bupati Willy Lay menambahkan, ia ingin melihat langsung kondisi lapangan bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat agar program pemberdayaan berjalan sesuai petunjuk.

“Saya harap Pemdes, camat, dan masyarakat bisa bergerak bersama. Ini untuk kepentingan kita semua. Kita sudah punya pabrik pakan ternak, lahan tidur juga banyak. Tinggal kita kelola dengan baik supaya masyarakat mendapat hasil nyata,” tutupnya.

Laporan : Haman Hendrikus

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *