BANDAR LAMPUNG, Catatan Jurnalis — Kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus dimulai dari gerakan besar. Terkadang, langkah sederhana seperti memungut sampah, membersihkan saluran air, dan mengajak warga bergotong royong bisa menjadi awal perubahan.
Semangat itulah yang ditunjukkan Rustia Ahmad, Lurah Surabaya, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung, saat turun langsung bersama warga dan petugas kebersihan membersihkan tumpukan sampah liar di lingkungan permukiman warga, Senin (03/08/2026).
Mengenakan pakaian lapangan, sang lurah tak sekadar memberikan instruksi. Ia ikut memegang peralatan kebersihan dan terlibat langsung mengangkat sampah yang menumpuk di sejumlah titik.
Aksi tersebut menjadi pesan sederhana bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah kelurahan, petugas kebersihan, hingga masyarakat memiliki peran yang sama untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.
Sejak pagi, Lurah Surabaya memantau sejumlah titik yang selama ini menjadi lokasi pembuangan sampah liar dan dikeluhkan masyarakat. Bersama Ketua RT dan warga, pembersihan dilakukan mulai dari tumpukan sampah hingga saluran air dan bahu jalan.
Bagi warga, aksi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan bersih-bersih semata. Lebih dari itu, menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran bersama agar tidak lagi membuang sampah sembarangan.
Lurah Surabaya juga mengimbau masyarakat untuk mengelola sampah rumah tangga dengan baik dan membuang sampah sesuai jadwal pengangkutan yang telah ditentukan.
Pihak kelurahan pun berencana memperketat pengawasan di sejumlah titik yang kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah liar.
Saat ditemui awak media, Lurah Surabaya menegaskan bahwa gerakan menjaga kebersihan lingkungan akan terus dilakukan secara berkelanjutan.
Menurutnya, lingkungan yang bersih merupakan salah satu fondasi penting untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang sehat dan keluarga yang berkualitas.
Ia berharap, tidak ada lagi warga yang harus menghadapi ancaman penyakit akibat tumpukan sampah dan lingkungan yang tidak terawat.
“Ketika warga mempercayakan saya sebagai lurah, apapun akan saya lakukan untuk kesejahteraan warga di kelurahan saya,” ujarnya.
Gerakan sederhana membersihkan sampah ini menjadi pengingat bahwa perubahan lingkungan tidak hanya bergantung pada pemerintah. Ketika kepedulian tumbuh dari pemimpin dan diikuti masyarakat, tumpukan sampah dapat berubah menjadi momentum untuk membangun budaya hidup bersih.
Sebab, mencintai lingkungan bukan sekadar membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga tentang menjaga ruang hidup bersama agar tetap sehat, nyaman, dan layak bagi generasi mendatang.














