Dorong Ketahanan Pangan, Desa Fulur Kembangkan Ayam Petelur

BELU, Catatatn Jurnalist – Desa Fulur, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, mulai mengembangkan budidaya ayam petelur sebagai upaya mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia terkait ketahanan pangan lokal. Program ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat desa sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Kepala Desa Fulur, Julianus Lesu Bau, menyampaikan bahwa program budidaya ayam petelur ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan ketahanan pangan di desanya. Pada tahun 2025, pihaknya telah menganggarkan dana untuk beternak ayam petelur sebanyak 420 ekor.

“Untuk ketahanan pangan di Desa Fulur, Kecamatan Lamaknen ini, di tahun 2025 kami menganggarkan untuk beternak ayam petelur. Jumlah ayam petelur yang kita anggarkan di tahun 2025 ini sebanyak 420 ekor,” ujarnya kepada ini Selasa (14/10/2025).

Pendanaan untuk budidaya ayam petelur ini berasal dari alokasi dana desa. Pemerintah desa mengalokasikan minimal 20 persen dari dana desa sebagai penyertaan modal ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk pengolahan ketahanan pangan dan hewani, senilai sekitar Rp 195.000.000 juta.

Saat ini, konsumen utama dari telur ayam petelur ini adalah masyarakat Desa Fulur. Pemasaran ke luar desa masih terkendala karena tingginya permintaan lokal. Setiap harinya, ayam petelur diperkirakan menghasilkan sekitar 380 butir telur, sementara permintaan mencapai lebih dari 9.000 butir.

Kepala Bidang Bina Pemdes, Yoseph G. Taolin, menjelaskan bahwa pembangunan kandang ayam telah dimulai sejak awal September 2025. Dari 69 desa di Kabupaten Belu, baru dua desa yang sudah menjalankan program ini dan memasarkan hasilnya kepada masyarakat. Sementara itu, tujuh desa lainnya masih dalam proses.

Pengelolaan budidaya ayam petelur akan diserahkan kepada BUMDes Fulur, dengan pendampingan dari pemerintah desa. “Untuk pertanggung jawaban keuangan nanti kita serahkan ke BUMDes, namun tetap diberi pendampingan dari desa,” tutur Yoseph.

Pemerintah desa berharap budidaya ayam petelur ini dapat berjalan berkelanjutan dan terus berkembang, sehingga mampu memenuhi kebutuhan telur masyarakat Desa Fulur. Selain itu, diharapkan program ini dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Belu dalam upaya mendorong ketahanan pangan lokal.

Laporan: Haman Hendrikus

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *