OKU TIMUR, Catatan Jurnalist — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur). Sebanyak enam peserta didik asal OKU Timur berhasil menembus Final Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 dan menjadi bagian dari perwakilan Provinsi Sumatera Selatan di tingkat nasional.
Capaian tersebut diketahui pada Rabu, 12 Agustus 2026. Enam peserta didik itu berasal dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), dengan bidang yang berhasil ditembus yakni Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Dari jenjang SD, terdapat Siti Nurlaila dan Azwar Danish Ar Rafif yang berhasil lolos pada bidang IPA. Sementara pada bidang IPS, terdapat Naura Hafizha Adjis, Nizam Brilian Afandi, dan Hariz Fuadi.
Sedangkan dari jenjang SMP, Devana Ridho Novara berhasil melaju ke Final OSN Nasional 2026 pada bidang IPS.
Keberhasilan enam peserta didik tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten OKU Timur. Dari total 29 finalis asal Sumatera Selatan yang tercantum dalam daftar OSN Nasional 2026, enam di antaranya merupakan peserta didik asal OKU Timur. Jumlah tersebut mencapai sekitar 20,7 persen dari keseluruhan finalis Sumatera Selatan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten OKU Timur, Wakimin, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
Menurutnya, keberhasilan enam peserta didik OKU Timur menembus tingkat nasional merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak.
“Kami tentu sangat bangga dengan capaian anak-anak kita. Masuknya enam peserta didik OKU Timur dalam jajaran finalis OSN Nasional menjadi bukti bahwa anak-anak kita memiliki kemampuan dan potensi yang luar biasa untuk bersaing di tingkat nasional,” ujar Wakimin.
Ia menegaskan, prestasi tersebut tidak semata-mata merupakan keberhasilan individu siswa, tetapi juga buah dari kerja bersama antara peserta didik, guru, kepala sekolah, orang tua, pengawas, serta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten OKU Timur.
“Tugas kita bukan hanya mencari anak yang sudah berprestasi, tetapi bagaimana menemukan potensi sejak dini, membinanya secara konsisten, memberikan ruang untuk berkembang, dan memastikan mereka mendapatkan pendampingan yang tepat. Ini yang terus kami dorong di OKU Timur,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten OKU Timur, Edi Subandimenjelaskan bahwa keberhasilan peserta didik menembus OSN Nasional merupakan buah dari proses pembinaan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Menurutnya, pembinaan tidak dapat dilakukan secara instan hanya ketika akan menghadapi perlombaan. Potensi peserta didik harus dipetakan sejak dini, kemudian diberikan pembinaan sesuai kemampuan dan bidang yang diminatinya.
“Kunci pembinaan adalah bagaimana kita mengenali potensi anak sejak dini. Setelah itu kita arahkan, kita dampingi, dan kita berikan kesempatan kepada mereka untuk berkembang. Jadi bukan hanya ketika ada lomba baru dibina, tetapi prosesnya harus berkelanjutan dari sekolah hingga ke tingkat kabupaten, provinsi dan nasional,” jelas Edi.
Ia menambahkan, guru memiliki peran penting dalam menemukan sekaligus mengembangkan potensi peserta didik.
“Guru adalah garda terdepan. Guru yang setiap hari melihat perkembangan anak, mengetahui kelebihan dan kekurangannya. Karena itu penguatan kompetensi guru pembina juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem prestasi peserta didik,” ungkapnya.
Edi berharap keberhasilan enam peserta didik OKU Timur tersebut dapat menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah lainnya untuk terus mengembangkan potensi akademik peserta didik.
“Kami ingin prestasi ini menjadi pemantik. Jangan sampai hanya enam anak ini yang menjadi contoh. Justru kita ingin semakin banyak anak OKU Timur yang memiliki keberanian untuk berkompetisi dan menunjukkan kemampuannya di tingkat provinsi maupun nasional,” tegasnya.
Keberhasilan enam peserta didik tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan pendidikan dasar di Kabupaten OKU Timur mampu melahirkan peserta didik yang memiliki daya saing hingga tingkat nasional.
Bgi Pemerintah Kabupaten OKU Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, capaian tersebut bukanlah akhir dari proses pembinaan. Sebaliknya, keberhasilan menembus Final OSN Nasional 2026 menjadi evaluasi sekaligus motivasi untuk semakin memperkuat pembinaan prestasi peserta didik secara berkelanjutan.











