BANYUASIN, Catatan Jurnalist – Panen Raya Padi di Desa Gelebak Dalam, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, mencatat hasil menggembirakan. Produktivitas padi pada panen kali ini mencapai 8,4 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare, mempertegas besarnya potensi Banyuasin sebagai salah satu sentra produksi pangan di Sumatera Selatan.
Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi pemerintah daerah dan TNI dalam mendorong peningkatan produksi serta produktivitas pertanian, khususnya komoditas padi.
Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian mengatakan, sektor pertanian merupakan salah satu kekuatan utama daerah yang harus terus dikembangkan. Banyuasin memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil gabah dan saat ini berada di peringkat kedua secara nasional.
“Banyuasin merupakan salah satu daerah penghasil gabah terbesar dan saat ini berada di peringkat kedua. Ini merupakan potensi yang harus terus kita jaga dan tingkatkan, sehingga produksi pertanian dapat semakin meningkat dan kesejahteraan para petani juga ikut meningkat,” ujar Netta, Rabu (12/08/2026) kemarin.
Besarnya potensi tersebut terlihat dari luas baku sawah di Kecamatan Rambutan yang mencapai 5.219 hektare. Khusus Desa Gelebak Dalam, luas baku sawah tercatat 1.326 hektare, dengan 698 hektare di antaranya masuk dalam program Optimalisasi Lahan (OPLA).
Hasil ubinan pada panen raya kali ini menunjukkan produktivitas mencapai 8,4 ton GKP per hektare. Angka tersebut menjadi indikator bahwa optimalisasi lahan dan pengelolaan pertanian mampu memberikan hasil signifikan bagi peningkatan produksi pangan.
Sementara itu, produksi padi Kabupaten Banyuasin hingga saat ini telah mencapai 1.216.162 ton Gabah Kering Giling (GKG) dari luas panen 230.367 hektare.
Capaian tersebut semakin memperkuat posisi Banyuasin sebagai salah satu daerah penyangga pangan Sumatera Selatan. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, TNI dan masyarakat dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian.
Kasiter Kasrem 044/Gapo Letkol Arm Arief Budiman mengapresiasi kolaborasi yang telah terbangun dalam mendukung sektor pertanian. Menurutnya, kerja sama lintas sektor perlu terus diperkuat untuk menjaga produktivitas sekaligus mendukung program ketahanan pangan.
Selain panen raya, kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan tali asih kepada masyarakat secara simbolis serta bantuan bibit cabai kepada kelompok penerima.
Pemerintah Kabupaten Banyuasin menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kesejahteraan petani dan mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Panen raya dihadiri Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian bersama jajaran Komando Resor Militer (Korem) 044/Garuda Dempo (Gapo), yang diwakili Kasiter Kasrem 044/Gapo Letkol Arm Arief Budiman.











