SORONG, Catatan Jurnalist — Forum Dekan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) Tahun 2026 resmi digelar di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Kegiatan nasional ini berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu (30–31/1/2026) di Vega Prima Hotel & Convention.
Mengusung tema “Membangun Fondasi Dokter Indonesia Menuju Mutu Global: Kurikulum Relevan dan Sistem Kesehatan Akademik yang Kuat”, Forum Dekan AIPKI 2026 menjadi ruang strategis untuk membahas berbagai tantangan pendidikan kedokteran nasional. Isu yang mengemuka antara lain penyesuaian kurikulum berbasis kompetensi, peningkatan mutu lulusan dokter, serta kesiapan institusi pendidikan dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.
Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Mitsla, menegaskan bahwa tema yang diangkat mencerminkan kebutuhan bersama untuk memperkuat kolaborasi antar institusi, menyelaraskan kebijakan, serta meningkatkan mutu pendidikan kedokteran di tengah transformasi sistem kesehatan nasional dan global.
“Hingga penutupan pendaftaran, sebanyak 86 universitas dari Wilayah I dan VI telah mendaftar dengan total sekitar 200 delegasi. Tingginya partisipasi ini menunjukkan antusiasme dan komitmen kuat institusi pendidikan kedokteran di Indonesia menjadikan Forum Dekan AIPKI sebagai ruang konsolidasi dan penguatan pendidikan kedokteran nasional,” ujar Dr. Mitsla.
Ia juga menyampaikan rasa bangga karena Fakultas Kedokteran Universitas Papua dipercaya sebagai tuan rumah Forum Dekan AIPKI 2026. Menurutnya, amanah tersebut menjadi bukti kepercayaan sekaligus peluang strategis bagi institusi pendidikan di kawasan timur Indonesia untuk berperan aktif dalam peningkatan mutu pendidikan kedokteran nasional.
“Melalui forum ini, kami berharap lahir rekomendasi yang strategis, konstruktif, dan aplikatif sebagai pijakan bersama dalam memperkuat pendidikan kedokteran dan sistem kesehatan akademik di Indonesia,” tambahnya.
Forum Dekan AIPKI 2026 secara resmi dibuka oleh Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu yang diwakili oleh Penjabat Sekretaris Daerah Papua Barat Daya Yakob Kareth Dalam sambutannya, Yakob menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta forum dari berbagai penjuru tanah air.
Ia menekankan bahwa tantangan pendidikan kesehatan ke depan semakin kompleks, mulai dari transformasi sistem kesehatan, perkembangan teknologi kedokteran, hingga kebutuhan pemerataan tenaga dokter berkualitas, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Papua Barat Daya sebagai provinsi termuda di Indonesia memiliki komitmen besar untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Namun, keterbatasan sumber daya manusia kesehatan masih menjadi tantangan utama. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan kedokteran sangat kami harapkan,” kata Yakob.
Menurutnya, forum ini diharapkan menjadi ruang diskusi produktif untuk merumuskan langkah-langkah strategis pengembangan pendidikan kedokteran, termasuk penguatan kurikulum berbasis kebutuhan nasional dan daerah, peningkatan pendidikan klinik, serta perluasan kerja sama penempatan tenaga medis di Papua dan kawasan timur Indonesia.
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, lanjut Yakob, siap mendukung program-program AIPKI dan seluruh institusi pendidikan kedokteran dalam membangun ekosistem pendidikan dan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan.
“Kami optimistis, dengan kolaborasi yang kuat, cita-cita mewujudkan pelayanan kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia dapat dicapai bersama,” tegasnya.
Pembukaan Forum Dekan AIPKI 2026 ditandai dengan pemukulan tifa sebanyak lima kali, sebagai simbol dimulainya kegiatan secara resmi.
Sementara itu, Ketua Umum AIPKI Wisnu Barlianto menegaskan bahwa kolaborasi antar institusi pendidikan kedokteran merupakan kunci utama dalam mencetak sumber daya manusia kesehatan yang profesional, beretika, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Forum Dekan bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi menjadi wadah strategis untuk merumuskan kebijakan bersama yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan kedokteran di Indonesia,” ujarnya.
Forum ini turut dihadiri Kepala LLDIKTI Wilayah XIV Papua dan Papua Barat Suriel S. Mofu Ketua IDI Cabang Sorong dr. Felix Ditt Wakil Rektor Universitas Papua Dr. Simson Werimon, unsur Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, perwakilan perguruan tinggi negeri dan swasta, mahasiswa, serta pemangku kepentingan di bidang pendidikan dan kesehatan.
Laporan: Eskop Wisabla












