PALEMBANG, Catatan Jurnalist — Pembangunan Jembatan P6 Lalan di Kabupaten Musi Banyuasin kembali menjadi perhatian publik. Proyek strategis yang sempat ambruk akibat ditabrak tongkang batu bara itu dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Kritik tersebut disampaikan Anggota DPRD Sumatera Selatan dari Fraksi Partai Golkar, Thamrin, dalam Rapat Paripurna XXXIII DPRD Sumsel, Senin (27/4/2026). Ia mengungkapkan keresahan masyarakat, khususnya warga Kecamatan Lalan, yang mempertanyakan kelanjutan proyek tersebut.
“Sepengetahuan mereka tidak ada progres. Kami mohon penjelasan,” tegas Thamrin saat menyampaikan interupsi.
Sorotan terhadap proyek ini menguat setelah insiden berulang yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Pada 15 Februari 2026, dua tiang pancang jembatan kembali roboh usai ditabrak tongkang batu bara saat proses perbaikan berlangsung. Sebelumnya, kejadian serupa pada 13 Agustus 2024 bahkan menelan korban jiwa, dengan lima orang pemancing dilaporkan meninggal dunia.
Hingga kini, masyarakat menilai pembangunan jembatan yang menjadi akses vital tersebut belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian. Kondisi ini memicu kekhawatiran sekaligus kekecewaan warga yang bergantung pada infrastruktur tersebut.
Menanggapi hal itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan bahwa progres pembangunan tetap berjalan, meskipun belum terlihat secara fisik oleh masyarakat.
“Yang dikerjakan saat ini adalah bagian tiang penyangga, sehingga memang belum tampak. Nanti jika rangka baja mulai dipasang, progresnya akan terlihat jelas,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini proyek telah memasuki tahap persiapan pemasangan rangka baja, di mana struktur utama jembatan masih dalam proses fabrikasi.
“Kerangkanya sedang dibuat. Mudah-mudahan segera terpasang, selama kontraktor bekerja sesuai komitmen,” pungkasnya.















