Harga CPO Global Picu Kenaikan Minyak Goreng

PALEMBANG, Catatan Jurnalist — Kenaikan harga minyak goreng yang terjadi belakangan ini dipengaruhi oleh lonjakan harga bahan baku di pasar global. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Selatan, Ruzuan Efendi, mengungkapkan bahwa salah satu faktor utama adalah naiknya harga Crude Palm Oil (CPO) yang diproyeksikan mencapai Rp 18.776 per kilogram pada April 2026.

Menurut Ruzuan, kenaikan harga CPO tersebut tidak lepas dari dinamika global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada rantai pasok komoditas dunia. “Lonjakan harga bahan baku Crude Palm Oil (CPO) menjadi faktor utama. Pada April 2026, harga CPO diproyeksikan mencapai Rp 18.776 per kilogram,” jelasnya.

Selain itu, sejumlah faktor lain turut memperparah kondisi, di antaranya gangguan jalur pelayaran internasional seperti di Selat Hormuz, kenaikan harga bijih plastik global yang berdampak pada mahalnya kemasan, serta implementasi program biodiesel B50 yang menyerap pasokan CPO dalam negeri.

Meski harga mengalami kenaikan, pemerintah pusat memastikan tidak terjadi kelangkaan minyak goreng di pasaran. Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa stok minyak goreng secara nasional masih mencukupi.

baca juga : DPRD Sumsel Respon Kelangkaan Minyakita di Pasar Induk Jakabaring

Ia menjelaskan bahwa ketersediaan minyak goreng, khususnya Minyakita, berkaitan erat dengan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) serta volume ekspor. Menurutnya, persepsi kelangkaan lebih disebabkan oleh anggapan masyarakat yang menjadikan Minyakita sebagai satu-satunya acuan harga.

“Tidak ada kelangkaan, silakan dicek langsung di lapangan. Mungkin yang terbatas itu Minyakita, tetapi minyak goreng lain dengan harga sebanding masih banyak tersedia,” tegas Budi, Kamis (16/4/2026).

Pemerintah pun terus memantau perkembangan harga dan distribusi guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah tekanan pasar global.(Red)

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Liputan Terkini