Hotspot Karhutla Sumsel Capai 1.971 Titik, Banyuasin dan Muba Tertinggi

PALEMBANG, Catatan Jurnalist Aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan masih menjadi perhatian serius. Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Sumatera Selatan diterima redaksi Catatan Jurnalist, ,Minggu (06/09/2026) hingga Sabtu (5/9) pukul 09.00 WIB terdeteksi 1.971 titik hotspot yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.

Data tersebut menunjukkan wilayah Banyuasin dan Musi Banyuasin menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak.

Banyuasin tercatat memiliki 507 titik hotspot, disusul Musi Banyuasin sebanyak 475 titik. Sementara Ogan Komering Ilir (OKI) berada di posisi berikutnya dengan 266 titik, Muara Enim 232 titik, dan Ogan Ilir 148 titik.

Hotspot lainnya terpantau di Musi Rawas sebanyak 108 titik, OKU Timur 54 titik, OKU 50 titik, PALI 40 titik, Musi Rawas Utara 30 titik, OKU Selatan 23 titik, Empat Lawang 16 titik, Lahat 15 titik, Lubuklinggau 3 titik, Prabumulih 2 titik, Palembang 1 titik, dan Pagaralam 1 titik.

Secara kumulatif, data BPBD Sumsel yang bersumber dari Sipongi Kementerian Kehutanan mencatat 28.419 titik hotspot sepanjang 2026 hingga 4 September.

Lonjakan paling signifikan terjadi pada Agustus dengan 17.088 titik hotspot. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan Juli yang tercatat 2.096 titik.

Sementara pada September, hingga 4 September, sudah terdeteksi 6.419 titik hotspot.

Tren harian juga menunjukkan peningkatan. Pada 1 September tercatat 765 titik, kemudian meningkat menjadi 1.484 titik pada 2 September, dan kembali naik menjadi 1.583 titik pada 3 September 2026.

Dari sisi kejadian, Pusdalops BPBD Provinsi Sumsel mencatat terdapat 2.361 kejadian karhutla sepanjang 1 Januari hingga 4 September 2026.

Indikasi luas lahan yang terdampak mencapai sekitar 1.926,2 hektare berdasarkan data Sipongi KLH.

Khusus hasil patroli udara dan tim darat pada 4 September 2026, ditemukan 56 kejadian karhutla. Musi Banyuasin menjadi wilayah dengan temuan terbanyak, yakni 11 kejadian, disusul OKU 7 kejadian, Ogan Ilir 6 kejadian, Muara Enim dan Banyuasin masing-masing 5 kejadian, serta OKI dan PALI masing-masing 3 kejadian.

Penanganan karhutla dilakukan melalui operasi pemadaman darat dan udara yang melibatkan BPBD, Damkar, Manggala Agni, TNI, Polri, RPK, serta masyarakat lokal.

Berdasarkan data BPBD Sumsel, estimasi tambahan luas lahan terbakar mencapai sekitar 187,915 hektare, sementara luas lahan yang berhasil ditangani Satgas Darat sekitar 40,253 hektare.

Pemadaman menggunakan helikopter juga dilakukan. Luas lahan yang berhasil ditangani melalui operasi helikopter water bombing tercatat sekitar 5,5 hektare.

BPBD Sumsel juga mencatat masih terdapat sekitar 142,162 hektare luas lahan yang belum bisa dipadamkan.

Untuk mempercepat penanganan, fokus operasi diarahkan ke enam wilayah, yakni OKI, Muara Enim, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan PALI.

Upaya yang dilakukan meliputi patroli darat dan udara, operasi modifikasi cuaca atau OMC, pemantauan sebaran hotspot, sosialisasi pencegahan karhutla, operasi pemadaman darat secara gabungan, pemadaman menggunakan helikopter water bombing, serta penyiagaan personel dan peralatan pemadaman.

Sementara itu, kondisi udara di sejumlah wilayah Sumsel juga menunjukkan dampak dari aktivitas karhutla. Berdasarkan data ISPU PM2.5 pada 5 September pukul 06.00 WIB, Palembang berada pada kategori tidak sehat dengan nilai 159, Ogan Ilir tidak sehat dengan nilai 196, Musi Banyuasin tidak sehat dengan nilai 113, Musi Rawas tidak sehat dengan nilai 109, dan PALI tidak sehat dengan nilai 163.

Jarak pandang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang pada pukul 09.00 WIB tercatat sekitar 7 kilometer.

Sumber data: Pusdalops BPBD Provinsi Sumatera Selatan, update Sabtu 5 September 2026 pukul 09.30 WIB.

Catatan Jurnalist akan terus mengupdate perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera Selatan, termasuk kondisi titik api, luasan lahan terdampak, kualitas udara, hingga langkah penanganan yang dilakukan petugas di lapangan. Informasi akan disajikan secara berkala sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat Sumsel.

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *