PALEMBANG, Catatan Jurnalist – Hujan mulai membasahi Bumi Sriwijaya setelah dilakukan Operasi Modifikasi Cuaca oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan BMKG melakukan menebar garam di langit Provinsi Sumatera Selatan untuk menekan terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta menjaga kelembapan suhu udara di musim kemarau saat ini,
Kepala BPBD Sumsel, M. Iqbal Alisyahabana mengatakan terkait OMC sebagai salah satu tindak lanjut dari arahan Gubernur Sumatera Selatan dalam hal penanggulangan bencana khususnya bencana Karhutlah yang ada di Sumatera Selatan.
“Dan kemarin Gubernur sudah meminta bantuan BNPB pusat untuk melakukan OMC dan alhamdulillah ini langsung di tindakan lanjuti oleh pemerintah pusat melalui BNPB, kita melaksanakan OMC di Sumsel,” kata Kalaksa BPBD Sumsel, Kamis (17/-7/2025).
“OMC ini dari hari Minggu sampai hari Kamis ini dan mudah-mudahan hasil dari ini akan sangat baik, khususnya untuk pembasahan lahan yang ada di Sumatera Selatan,” ungkap PLT Bupati OKU ini.
Untuk bahan baku sendiri menurut Iqbal tergantung dari apa yang disampaikan oleh teman-teman BMKG terkait potensi awan hujan yang ada di Sumatera Selatan dan untuk garam yang akan disemai akan mengikuti beberapa yang akan digunakan.

Sementara itu Komandan Pangkalan Udara Sri Mulyono Herlambang Kolonel Zulfikri Arif Purba menyampaikan sebagai subsatgas udara mendukung penuh upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Sumatera Selatan melalui Operasi Modifikasi Cuaca.
“Kegiatan untuk OMC ini atau dalam hal untuk modifikasi cuaca operasi modifikasi cuaca yang kita laksanakan saat ini adalah sebagai salah satu upaya untuk mengantisipasi untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dimana beberapa waktu yang lalu kita sama-sama mendengar dan mendapatkan surat keputusan Sumatera Selatan ini sudah diputuskan sebagai siaga bencana kebakaran hutan dan lahan.
Dengan adanya keputusan tersebut tentunya BNPB dalam hal ini dari pusat kemudian menunjuk salah satu perusahaan PT Alkonos Aviasi Indonesia untuk melaksanakan kegiatan UMC ini yang dikoordinatori langsung di wilayah ini yaitu oleh BPBD Sumsel bekerja sama juga dengan BMKG dan Lanud Sri Mulyono Herlambang dalam keputusan Gubernur Sumatera Selatan ditunjuk sebagai subsatgas udara yang secara langsung terlibat untuk mendukung kegiatan operasi penerbangan OMC.
“Jadi kami di sini dari Lanud Sri Mulyono mendukung penuh pelaksanaan UMC dalam rangka untuk mengantisipasi mencegah secara dini terjadinya kebakaran hutan dan lahan di mana kita lihat potensi perawanan yang masih sangat memungkinkan pertumbuhan awan yang masih sangat memungkinkan untuk dilaksanakan penyemaian garam dalam rangka untuk pembasahan diwilayah terjadi hujan di wilayah khususnya di daerah OKI,” ungkap Danlanud Sri Mulyono Herlambang Kolonel Zulfikir Arif Purba.
“Dimana wilayah OKI tersebut hampir secara menyeluruh merupakan lahan gambut yang mana lahan gambut ini adalah lahan-lahan yang sangat berpotensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan dari tahun ke tahun Apabila terjadi kemarau yang cukup panjang jadi kondisi saat ini Mas bahwa dengan adanya potensi pertumbuhan awan bibit awan sehingga kita berharap bahwa hujan masih bisa terjadi dengan modifikasi cuaca yang kita laksanakan,” pungkas.
Pesawat Cessna C208B/PK-DPI (PT. Alkonost Aviasi Indonesia) Kapasitas Semai 0,8 Ton dengan Endurance 2,5 Jam. Total Stok Bahan Semai Garam (NaCl) 8 ton, Total Stok Bahan Semai Kapur Tohor Cao 1,6 ton.
Laporan : Dede Sunarya.












