Ibadah Minggu Perdana Jemaat Persiapan Kanaan Kampung Fafi Digelar Khidmat

KABUPATEN SORONG, Catatan Jurnalist Suara lonceng gereja menggema untuk pertama kalinya di Kampung Fafi, Distrik Mariyai, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, menandai sejarah baru bagi Jemaat Persiapan Kanaan. Jemaat ini resmi melaksanakan Ibadah Minggu perdana dalam suasana khidmat, sederhana, namun sarat sukacita dan pengharapan, Pada Minggu (18/01/2026).

Ibadah perdana tersebut menjadi tonggak penting pertumbuhan iman dan kebersamaan warga jemaat yang berada di bawah naungan GKI Siloam Mariyai, Klasis Malamoi. Momen ini tidak hanya menjadi peristiwa rohani, tetapi juga simbol lahirnya pelayanan gerejawi yang terbuka bagi masyarakat Kampung Fafi.

Ibadah dipimpin oleh Pdt. Decy E. T/Souhuwat, M.Th, yang dalam khotbahnya menegaskan pentingnya Firman Tuhan sebagai fondasi kehidupan jemaat.

“Berkat berasal dari Tuhan. Tugas kita adalah terus terhubung dengan Tuhan dan membangun hidup dengan sungguh-sungguh di dalam Yesus Kristus. Jemaat harus suka mendengar Firman dan melakukannya,” pesan pendeta dalam khotbahnya.

Ia juga mengajak jemaat untuk membangun persekutuan yang kokoh, hidup saling mengasihi, menjaga persatuan, serta menjadikan ibadah sebagai pusat kehidupan rohani dan kesaksian di tengah masyarakat.

Dalam sambutan Bupati Sorong Johny Kamuru yang disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sorong, Amatus Turot, pemerintah menegaskan komitmennya mendukung pelayanan gereja sebagai bagian dari pembangunan daerah.

“Pemerintah hadir bukan hanya membangun fisik, tetapi juga membangun iman. Iman adalah dasar membangun daerah. Pemerintah Kabupaten Sorong siap mendukung pekerjaan-pekerjaan Tuhan,” ujarnya.

Ia menambahkan, rencana pembangunan pastori akan difasilitasi pemerintah setelah jemaat melengkapi administrasi, dokumen, dan kesiapan lahan. “Kalau semua sudah siap, pemerintah pasti mendukung,” tegasnya, seraya menyampaikan apresiasi kepada Bupati Sorong Selatan yang turut hadir dan menyaksikan ibadah perdana tersebut.

Sementara itu, Bupati Sorong Selatan Petronela Krenak menyebut ibadah perdana ini sebagai peristiwa iman yang luar biasa. Ia menegaskan bahwa proses pekerjaan Tuhan membutuhkan kesetiaan dan ketekunan.

“Menjadi jemaat mandiri bukan hanya soal niat, tetapi harus dipersiapkan dengan matang: jumlah jemaat, penderman, SDM, dan keuangan jemaat. Semua itu adalah kunci menuju Jemaat Mandiri,” jelasnya.

Petronela juga menyatakan komitmennya berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sorong untuk mendukung pembangunan pastori Jemaat Persiapan Kanaan Kampung Fafi. Ia menargetkan, setelah seluruh persiapan terpenuhi, jemaat ini dapat diresmikan sebagai Jemaat Mandiri pada tahun depan.

Ketua Panitia Ibadah Perdana, Yohosua Sagisolo, mengungkapkan rasa syukur mendalam atas terlaksananya ibadah perdana tersebut. Ia menyebut, tepat pukul 07.00 WIT, bunyi lonceng pertama menjadi tanda pelayanan gereja dimulai secara terbuka di Kampung Fafi.

“Hari ini kami mencatat jejak iman untuk generasi yang akan datang. Ini adalah pekerjaan Tuhan,” ujarnya.

Yohosua juga mengakui tantangan yang dihadapi jemaat, termasuk jarak dengan jemaat induk serta keterbatasan jumlah jemaat aktif. Namun, ia menegaskan komitmen untuk terus berdoa dan melangkah dengan iman.

“Pekerjaan ini berat menurut manusia, tetapi ini pekerjaan Tuhan. Program mendesak kami saat ini adalah pembangunan pastori. Kami berharap dukungan pemerintah segera terwujud demi pembangunan iman,” tambahnya.

Salah seorang warga jemaat, Bin Walo, mengaku terharu dengan pelaksanaan ibadah perdana tersebut.

“Kami bersyukur. Sekarang kami tidak perlu lagi beribadah jauh-jauh. Tuhan sudah hadir di Jemaat Persiapan Kanaan Kampung Fafi,” ungkapnya penuh sukacita.

Ibadah Minggu perdana ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi pertumbuhan iman Jemaat Persiapan Kanaan Kampung Fafi, sekaligus mempererat kebersamaan jemaat dalam melayani Tuhan dan menjadi berkat bagi masyarakat sekitar.

Ibadah bersejarah ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sorong Amatus Turot, Mantan Rektor UNIPA  Meky Sagrim, Bupati Sorong Selatan Petronela Krenak, Ketua Pokja Perempuan MRP PBD Dorce Kambu, anggota DPRD Kabupaten Sorong, Kepala BKD Kabupaten Sorong, Bendahara Klasis Malamoi, serta seluruh warga jemaat Persiapan Kanaan dan tamu undangan lainnya.

Laporan : Eskop Wisabla

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Liputan Terkini