PALEMBANG, Catatan Jurnalist — Bank Sampah Indonesia Legacy, mitra binaan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB), menerima penghargaan dari Pemerintah Kota Palembang atas inovasi Program Pembayaran SPP dengan Sampah. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap program pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan pengelolaan lingkungan, pendidikan, dan ketahanan pangan.
Program yang dikembangkan Yayasan Qur’anic Farm Indonesia bersama Bank Sampah Indonesia Legacy ini dinilai mampu memberikan solusi terhadap persoalan pengelolaan sampah sekaligus membantu akses pendidikan bagi anak-anak yatim dan dhuafa.
Melalui program SPP Dibayar dengan Sampah, para siswa cukup menyetorkan sampah organik dari rumah sebagai pengganti biaya pendidikan. Sampah tersebut kemudian diolah menjadi kompos, Nutrisi Organik Cair (NOC), dan berbagai produk bernilai ekonomi yang hasil penjualannya digunakan untuk mendukung operasional pendidikan.
Hingga saat ini, program tersebut telah membantu 153 siswa tetap memperoleh pendidikan, melibatkan sekitar 150 kepala keluarga, serta mengurangi ratusan kilogram sampah organik yang sebelumnya berpotensi berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
Tak hanya itu, program ini juga dipadukan dengan Program Santri Mandiri Pangan yang mengajarkan pendidikan karakter, pertanian terpadu, dan pengelolaan lingkungan. Para santri dibekali keterampilan memproduksi pangan secara mandiri menggunakan pupuk organik hasil pengolahan sampah.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan PT PLN UID S2JB melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Sejak 2025, PLN telah memberikan pendampingan berupa pembangunan fasilitas pengolahan sampah, penyediaan peralatan operasional, pelatihan sumber daya manusia, hingga pengembangan ekonomi sirkular berbasis masyarakat.
Pada 2026, PLN kembali memperluas dukungan melalui Program Energi dari Sampah: Terangi Pendidikan Negeri. Program ini difokuskan pada peningkatan kapasitas pengolahan sampah plastik menjadi produk konstruksi ramah lingkungan seperti paving block, batu bata plastik, dan genteng yang dimanfaatkan untuk pembangunan sarana pendidikan.
Selain itu, program juga mencakup pengembangan Gerobak Listrik Sampah (GELIS), perluasan area pengolahan, serta peningkatan kompetensi para pengelola agar manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat dirasakan lebih luas.
General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa program tanggung jawab sosial perusahaan akan memberikan dampak berkelanjutan apabila masyarakat menjadi pelaku utama perubahan.
“PLN tidak ingin berhenti pada penyaluran bantuan. Yang kami bangun adalah ekosistem agar masyarakat mampu tumbuh mandiri. Ketika sampah bisa membuka akses pendidikan, menggerakkan ekonomi, sekaligus melahirkan santri yang produktif di bidang pangan, di situlah pembinaan benar-benar memberikan nilai tambah,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Qur’anic Farm Indonesia, Denny Satria Mandala Putera, menyebut penghargaan dari Pemerintah Kota Palembang merupakan bentuk apresiasi bagi seluruh masyarakat, relawan, guru, santri, dan para mitra yang selama ini konsisten membangun gerakan pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan.
Menurutnya, sampah tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi solusi berbagai persoalan sosial.
“Ketika anak-anak bisa tetap bersekolah karena membawa sampah dari rumah, ketika santri belajar bertani dengan pupuk hasil olahan sendiri, dan ketika masyarakat memperoleh nilai ekonomi dari limbah yang sebelumnya dibuang, maka di situlah perubahan benar-benar terjadi,” katanya.
Denny menambahkan, dukungan PLN UID S2JB menjadi faktor penting yang mendorong Bank Sampah Indonesia Legacy berkembang dari gerakan komunitas menjadi pusat edukasi lingkungan dan ekonomi sirkular yang kini banyak dikunjungi sekolah, instansi pemerintah, perusahaan, hingga komunitas dari berbagai daerah.
Penghargaan dari Pemerintah Kota Palembang tersebut semakin mempertegas posisi Bank Sampah Indonesia Legacy sebagai salah satu model pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi sirkular yang mampu menghadirkan manfaat nyata. Program ini tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah, tetapi juga berkembang sebagai pusat edukasi lingkungan, penguatan ketahanan pangan, serta pembiayaan pendidikan yang mulai direplikasi di berbagai daerah.













