PALEMBANG, Catatan Jurnalist —Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Tim Manggala Agni melakukan penanganan kebakaran di tiga lokasi yang tersebar di Kabupaten Ogan Ilir dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kamis (30/7/2026).
Berdasarkan laporan tertulis Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, penanganan karhutla dilakukan oleh Manggala Agni Daops Sumatera XIV/Banyuasin dan Manggala Agni Daops Sumatera XVII/OKI, dengan melibatkan unsur terkait di lapangan.
Lokasi pertama berada di Desa Ibul Besar I, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 7 hektare, sementara sekitar 4 hektare telah berhasil dipadamkan.
Vegetasi yang terbakar meliputi belidang, galam dan semak belukar dengan kondisi tanah rawa. Lahan tersebut merupakan kawasan Areal Penggunaan Lain (APL).
Dalam proses pemadaman, Manggala Agni mengerahkan dua regu personel yang dibantu BPBD Ogan Ilir, BPBD Sumatera Selatan, TNI dan Polri. Upaya pemadaman juga didukung satu unit helikopter water bombing.
Tim di lapangan menggunakan empat unit pompa jinjing, peralatan tangan, dua unit kendaraan angkut personel serta satu unit mobil tangki. Kebakaran berhasil dikendalikan, meski asap masih terpantau cukup jauh dari lokasi utama.
Sementara itu, karhutla juga terdeteksi di Desa Palau Gemantung, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten OKI. Titik kebakaran diketahui melalui hasil patroli udara.
Di lokasi tersebut, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 6 hektare, dengan sekitar 0,75 hektare telah berhasil dipadamkan. Kebakaran terjadi di lahan masyarakat dengan jenis tanah gambut dan vegetasi berupa karimunting, belidang, gelam serta semak belukar.
Kebakaran dikategorikan sebagai kebakaran permukaan dengan kondisi topografi datar. Dalam penanganannya, tim mengerahkan satu unit kendaraan roda empat, tiga unit kendaraan roda dua dan dua unit mesin mini striker.
Penanganan karhutla berikutnya dilakukan di Desa Deling, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten OKI. Kebakaran di lokasi ini juga diketahui melalui patroli udara.
Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3 hektare, sedangkan sekitar 0,7 hektare telah berhasil dipadamkan. Lokasi kebakaran merupakan lahan masyarakat dengan kondisi tanah gambut tipis.
Vegetasi yang terdampak meliputi semak belukar, belidang, tegakan gelam, pakis dan kayu perpat. Kebakaran di lokasi tersebut dikategorikan sebagai kebakaran gambut.
Baca juga:
Manggala Agni Daops Sumatera XVII/OKI mengerahkan personel dengan dukungan satu unit kendaraan roda empat, satu unit watrek, satu unit mini striker serta sejumlah peralatan pendukung lainnya. Sumber air untuk pemadaman berasal dari kanal yang berada di sekitar lokasi.
Tim melakukan pemadaman pada bagian kepala api sekaligus memutus penjalaran api yang merambat melalui jalur hijau dari sisi kanan dan kiri titik kebakaran. Berdasarkan laporan terakhir, api di lokasi tersebut berhasil dipadamkan.
Ferdian dalam laporan tertulisnya menyebutkan, penanganan karhutla di sejumlah wilayah tersebut menjadi bagian dari upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan.
Kondisi lahan rawa, gambut dan semak belukar yang mudah terbakar membuat patroli serta pemantauan perlu terus diperkuat, terutama selama musim kemarau.
Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan yang dapat memicu maupun memperluas kebakaran.
Upaya pencegahan dan penanganan karhutla dinilai membutuhkan dukungan seluruh pihak, termasuk masyarakat, agar potensi kebakaran dapat segera dideteksi dan ditangani sebelum meluas.












