JAKARTA, Catatan Jurnalist –– Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Andie Dinialdie, membawa langsung aspirasi para buruh Sumsel ke pemerintah pusat melalui audiensi bersama Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Afriansyah Noor, Selasa (12/5/2026).
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari rembuk buruh bersama FORKOPIMDA Sumsel dalam momentum peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026.
Audiensi berlangsung hangat dan dialogis dengan melibatkan berbagai unsur strategis, mulai dari jajaran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumsel hingga perwakilan serikat pekerja seperti KSPSI dan KASBI.
Dalam pertemuan itu, Andie Dinialdie menegaskan bahwa peringatan May Day 2026 di Sumatera Selatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Menurutnya, situasi tersebut tercipta berkat sinergi kuat antara pemerintah daerah, DPRD, aparat keamanan, dan organisasi buruh yang lebih mengedepankan dialog dibanding aksi konfrontatif.
Ia menilai rembuk buruh bersama FORKOPIMDA menjadi langkah strategis untuk membangun komunikasi terbuka dan konstruktif antara pemerintah dan pekerja. Berbagai aspirasi terkait kesejahteraan buruh, perlindungan tenaga kerja, peningkatan kualitas SDM, hingga perluasan lapangan kerja dapat disampaikan secara langsung tanpa memicu gejolak sosial.
“Momentum Hari Buruh Internasional bukan hanya seremoni tahunan, tetapi menjadi ruang dialog untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja demi terciptanya iklim ketenagakerjaan yang sehat dan berkeadilan,” ujar Andie.
DPRD Sumsel, lanjutnya, terus mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak kepada pekerja. Fokus utama bukan hanya perlindungan hak-hak buruh, tetapi juga peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di tengah perubahan industri dan perkembangan teknologi digital yang semakin cepat.
Isu peningkatan kualitas tenaga kerja menjadi perhatian serius dalam audiensi tersebut. Pemerintah daerah menilai transformasi industri saat ini menuntut pekerja memiliki kemampuan yang lebih adaptif dan kompetitif agar tidak tertinggal dalam persaingan global.
Sementara itu, Afriansyah Noor mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Sumsel dan DPRD Sumsel yang aktif membangun komunikasi bersama serikat pekerja. Menurutnya, pendekatan dialogis seperti yang diterapkan di Sumsel menjadi contoh positif dalam menjaga stabilitas hubungan industrial di daerah.
Ia menegaskan bahwa komunikasi yang baik antara pemerintah, pekerja, dan dunia usaha merupakan fondasi penting dalam menciptakan suasana kerja yang harmonis dan produktif. Pemerintah pusat, kata dia, akan terus mendukung program daerah yang bertujuan meningkatkan kualitas tenaga kerja sekaligus memperluas kesempatan kerja.
Selain membahas kesejahteraan pekerja, audiensi juga menyoroti tantangan ketenagakerjaan di era modern. Transformasi digital dan perkembangan industri berbasis teknologi dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang besar yang harus diantisipasi sejak dini.
Kehadiran perwakilan serikat pekerja seperti KSPSI dan KASBI dalam forum tersebut menunjukkan komunikasi antara pemerintah dan buruh di Sumsel berjalan cukup baik. Aspirasi disampaikan melalui mekanisme dialog yang lebih terbuka dan konstruktif.
Bagi DPRD Sumsel, pola komunikasi seperti ini penting dipertahankan agar persoalan ketenagakerjaan dapat diselesaikan bersama tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan. Stabilitas hubungan industrial juga diyakini berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan semakin kuatnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan organisasi pekerja, Sumatera Selatan diharapkan mampu menciptakan iklim kerja yang lebih produktif, harmonis, dan kompetitif di tengah dinamika dunia kerja yang terus berkembang.













