PALEMBANG, Catatan Jurnalist — Penanganan korban selamat tragedi maut Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang terbakar di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), terus dilakukan. Salah satu korban luka bakar serius, Ngadiono (44), warga Pati, Jawa Tengah, dievakuasi menggunakan helikopter menuju RS Bhayangkara Polda Sumsel di Palembang, Jumat (8/5/2026).
Korban tiba sekitar pukul 12.00 WIB dan langsung mendapatkan penanganan medis intensif dari tim dokter yang telah bersiaga di rumah sakit. Sejumlah anggota keluarga juga tampak mendampingi proses perawatan korban.
Ngadiono merupakan satu dari empat korban selamat dalam kecelakaan tragis Bus ALS yang bertabrakan dan terbakar di Jalinsum Muratara pada Rabu (6/5/2026). Peristiwa tersebut menewaskan 16 orang dan menyebabkan beberapa korban mengalami luka bakar serius.
Baca juga : Gubernur Herman Deru Pastikan Keluarga Korban Bus ALS Difasilitasi Selama Proses Identifikasi
Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Bhayangkara Polda Sumsel, Kombes Pol dr. Budi, mengatakan saat ini terdapat tiga korban luka bakar yang sebelumnya menjalani perawatan di RSUD Rupit Muratara.
“Tiga korban tersebut yakni Ngadiono (44), Jumiatun (35) yang sama-sama berasal dari Pati, Jawa Tengah, serta M Tahrul (31),” ujarnya.
Menurutnya, proses evakuasi dilakukan melalui dua jalur berbeda, yakni udara dan darat, menyesuaikan kondisi medis masing-masing pasien.
“Ada korban yang dievakuasi menggunakan jalur udara dan ada juga melalui jalur darat. Itu berdasarkan kondisi pasien yang dinilai memungkinkan untuk dipindahkan,” jelasnya.
Baca juga : Korban Tewas Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk Tangki Berjumlah 17 Orang
Ia menambahkan, korban luka bakar membutuhkan penanganan intensif guna mencegah komplikasi serius, terutama risiko infeksi selama masa perawatan.
“Pasien luka bakar memerlukan penanganan yang lebih invasif. Risiko terbesar adalah infeksi. Jika tidak ditangani dengan baik, dampaknya bisa fatal,” katanya.
RS Bhayangkara Polda Sumsel sendiri telah disiapkan sebagai rumah sakit rujukan utama untuk penanganan korban luka bakar dalam tragedi Bus ALS tersebut.
Sementara itu, dua korban lainnya yakni Jumiatun dan M Tahrul masih dalam perjalanan menuju Palembang melalui jalur darat untuk menjalani perawatan lanjutan di RS Bhayangkara Polda Sumsel.















