RAT Tahun Buku 2025 Jadi Titik Evaluasi dan Lompatan Baru Koperasi Berbasis Petani
MUSI BANYUASIN, Catatan Jurnalist — Komitmen koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan kembali ditegaskan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Unit Desa (KUD) Sejahtera Tahun Buku 2025. Kegiatan yang digelar di Halaman Kantor KUD Sejahtera, Kelurahan Babat, Kecamatan Babat Toman, Kamis (29/1/2026) itu mendapat apresiasi langsung dari Bupati Musi Banyuasin, H M Toha Tohet.
Didampingi Ketua TP PKK Muba Patimah Toha, Bupati Toha menyebut RAT bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum tertinggi koperasi yang menentukan arah kebijakan, evaluasi kinerja, serta keberlanjutan usaha koperasi ke depan.
“RAT ini bukan hanya kewajiban formal, tetapi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja sekaligus menentukan masa depan koperasi agar semakin maju dan profesional,” tegas Bupati Toha dalam sambutannya.
668 Koperasi, KUD Sejahtera Jadi Contoh Nyata
Bupati Toha mengungkapkan, saat ini Kabupaten Musi Banyuasin memiliki 668 koperasi aktif, terdiri dari 446 koperasi/KUD dan 242 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tersebar di 15 kecamatan. Di antara ratusan koperasi tersebut, KUD Sejahtera dinilai memiliki posisi strategis karena konsistensinya memberikan manfaat nyata bagi petani.
“KUD Sejahtera ini contoh koperasi yang mampu bertahan, berkembang, dan berprestasi. Saya berharap seluruh anggota aktif memberikan masukan konstruktif demi kemajuan koperasi ini,” ujarnya.
Satu-satunya Koperasi Primer Miliki Pabrik CPO
Prestasi KUD Sejahtera semakin diperkuat dengan keberhasilannya meraih Juara I Koperasi Berprestasi Jenis Koperasi Produsen tingkat Kabupaten Muba. Menurut Bupati, capaian tersebut tidak lepas dari peran KUD Sejahtera dalam mendukung hilirisasi sawit.
KUD Sejahtera tercatat menjalin kemitraan pembangunan pabrik Crude Palm Oil (CPO) bersama PT PUSSA. Bahkan, koperasi ini disebut sebagai satu-satunya koperasi primer di Sumatera Selatan—bahkan berpeluang di tingkat nasional—yang memiliki pabrik CPO.
Tak berhenti di situ, KUD Sejahtera juga tengah merencanakan pembangunan pabrik minyak makan merah, yang diyakini mampu meningkatkan nilai tambah hasil sawit petani.
“Dengan minyak makan merah, petani tidak lagi hanya menjual TBS. Nilai tambah meningkat, kesejahteraan pun ikut terangkat,” jelas Bupati.
Luas Kebun Bertambah, Produksi Terus Digenjot
Ketua Umum KUD Sejahtera Babat Toman, Drs Thamrin MSi, dalam laporannya menyampaikan bahwa laporan pertanggungjawaban keuangan dan fisik Tahun Buku 2025 telah disahkan dan mendapat persetujuan.
Ia menjelaskan, luasan kebun sawit KUD Sejahtera kini meningkat dari 3.000 hektare menjadi 3.077 hektare, dan seluruhnya telah memasuki masa produksi. KUD Sejahtera juga terus memperkuat infrastruktur pendukung, termasuk pengadaan alat berat.
“Tahun ini kami juga merencanakan pengadaan ambulans sebagai bentuk kepedulian terhadap anggota,” ungkap Thamrin.
Untuk target produksi, KUD Sejahtera membidik sekitar 72 ton pada tahun ini, dengan skema bagi hasil 52 persen untuk petani, dan ke depan ditargetkan meningkat hingga 60 persen.
“Kehadiran Bapak Bupati di tengah kesibukannya menjadi motivasi besar bagi kami dan para petani,” tutupnya.
Dihadiri Unsur Forkopimda dan Mitra Strategis
RAT KUD Sejahtera dihadiri Asisten I Setda Muba H Ardiansyah SE MM PhD CMA, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Muba Zulkarnain SP, Kepala Dinas Perkebunan Dra Bustanul Arifin, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Hendra Tris Tomy SSTP MEc Dev, Camat Babat Toman Darwin SPd, Kapolsek Babat Toman IPTU Dedi Kurniawan SH MH, Danramil Babat Toman Kapten Arm Indrajaya, serta perwakilan perusahaan dan perbankan mitra koperasi.
Laporan : Putra













