OGAN ILIR, Catatan Jurnalist — Perayaan malam Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Sumatera Selatan diwarnai kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sekitar 45 hektare lahan di Desa Ulak Petangisan, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, terbakar.
Berdasarkan laporan tertulis Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, Selasa (18/8/2026) pagi, kebakaran tersebut ditangani tim Manggala Agni Daops Sumatera XIV/Banyuasin bersama sejumlah unsur terkait pada Senin malam, 17 Agustus 2026.
Tim mulai melakukan pemadaman darat sekitar pukul 20.35 WIB dan berlangsung hingga 24.00 WIB.
Dari total luas lahan yang terbakar sekitar 45 hektare, petugas berhasil melakukan pemadaman terhadap sekitar 7 hektare area yang terdampak.
Kebakaran terjadi pada lahan dengan vegetasi berupa gelam, semak belukar dan sembelidang. Lahan tersebut merupakan kawasan Area Penggunaan Lain (APL) dengan jenis tanah mineral.
Satu Titik Api Masih Sulit Dijangkau
Dalam proses pemadaman, petugas masih menemukan satu titik api yang berada cukup jauh dari jangkauan, sehingga belum seluruhnya dapat dipadamkan.
Karhutla yang terjadi merupakan tipe kebakaran permukaan. Kondisi cuaca pada pagi, siang hingga sore hari dilaporkan cerah, dengan kecepatan angin sekitar 3 kilometer per jam.
Tim gabungan yang diterjunkan terdiri dari Manggala Agni Daops Sumatera XIV/Banyuasin, Manggala Agni Daops Sarolangun, Manggala Agni Daops Tebo, BPBD Provinsi Sumatera Selatan, BPBD Kabupaten Ogan Ilir, TNI dan Polri.
Untuk mendukung proses pemadaman, petugas menggunakan dua unit mobil angkut personel, dua unit pompa jinjing serta peralatan pemadam manual.
Manggala Agni Langsung Bergerak
Kebakaran diketahui setelah Tim Pondok Kerja Manggala Agni Daops Sumatera XIV/Banyuasin menerima informasi adanya titik api di wilayah Desa Ulak Petangisan.
Mendapat laporan tersebut, tim langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan pemadaman secara darat guna mencegah api meluas ke area lainnya.
Meski sebagian area berhasil dipadamkan, petugas masih harus mewaspadai titik api yang belum terjangkau.
Karhutla yang terjadi tepat pada malam peringatan HUT ke-81 RI ini kembali menjadi peringatan bahwa ancaman kebakaran lahan di Sumatera Selatan masih harus diwaspadai, terutama pada kawasan dengan vegetasi mudah terbakar.















