SOSOK perempuan inspiratif asal Palembang, Tri Yulia Rizki Ananda, menjadi salah satu pelopor dalam implementasi awal Program Makan Bergizi (MBG) di Sumatera Selatan. Dengan latar belakang pendidikan Sarjana Ekonomi (Akuntansi), ia berhasil memadukan keahlian di bidang keuangan dengan minat besarnya dalam dunia tata boga dan organisasi.
Lahir di Palembang pada 21 Juli 1984, Tri Yulia telah memiliki pengalaman profesional selama kurang lebih 15 tahun. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Keuangan di PT MUBA Electric Power pada periode 2006 hingga 2012. Setelah itu, ia mengembangkan usaha sendiri sebagai Owner Catering CV TYRA yang terus berjalan hingga saat ini.
Tak hanya aktif di dunia usaha, Tri Yulia juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua DPW GAPEMBI Provinsi Sumatera Selatan periode 2025–2030 serta Ketua Yayasan Vieki Indira Sriwijaya. Sebelumnya, ia juga dipercaya sebagai Sekretaris di sejumlah organisasi, seperti DPD PPJI Sumatera Selatan dan Ika Boga Sumatera Selatan.
Perjalanan Tri Yulia dalam mengawal Program MBG tidaklah mudah. Pada tahap awal implementasi di tahun 2025, berbagai tantangan dihadapi, mulai dari sulitnya mencari mitra, minimnya kepercayaan dari pelaku usaha, hingga belum adanya sistem yang terstruktur. Bahkan, persoalan pembayaran pada dua bulan pertama sempat menimbulkan keresahan di kalangan mitra.
Namun, melalui pendekatan komunikasi intensif dan koordinasi langsung dengan pihak terkait di pusat, kepercayaan mitra perlahan berhasil dipulihkan. Pembayaran yang mulai lancar pada bulan ketiga menjadi titik balik meningkatnya partisipasi dan dukungan terhadap program tersebut.
Selain itu, tantangan operasional seperti kasus keracunan makanan di beberapa daerah juga sempat terjadi. Tri Yulia bersama tim melakukan langkah cepat dengan sosialisasi ulang serta perbaikan sistem operasional dapur guna memastikan keamanan dan kualitas layanan.
Sebagai bentuk solusi jangka panjang, dibentuklah Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Sumsel yang berfungsi sebagai wadah komunikasi, koordinasi, serta pencarian solusi bagi para mitra. Organisasi ini juga berperan dalam membantu calon mitra yang mengalami kendala maupun yang terdampak oknum tidak bertanggung jawab.
Kini, program MBG di Sumatera Selatan terus menunjukkan perkembangan positif. Kepercayaan publik pun semakin meningkat, seiring dengan semakin terstrukturnya pelaksanaan program.
Tri Yulia menegaskan bahwa kunci keberhasilan program ini terletak pada kepercayaan, kolaborasi, serta komunikasi yang baik antar seluruh pihak. Ia berharap, melalui sinergi yang kuat, Program MBG dapat terus berkembang dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
*Redaksi Catatan Jurnalist












