BANYUASIN, Catatan Jurnalist — Keberadaan seorang pria yang diduga Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) yang berkeliaran di kawasan permukiman Desa Talang Buluh, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, memicu keresahan warga. Selama tiga hari terakhir, aktivitas pria tersebut dinilai mengganggu kenyamanan dan menimbulkan rasa khawatir di tengah masyarakat.
Ketua RT 06 Kelurahan Talang Buluh, Dian Saputra, mengungkapkan bahwa laporan warga mulai diterima sejak hari pertama pria tersebut terlihat mondar-mandir di lingkungan permukiman. Meski tidak menunjukkan tindakan kekerasan, ketidakpastian kondisi kejiwaannya membuat warga berada dalam situasi dilema antara rasa iba dan rasa takut.
“Warga merasa kasihan dengan kondisinya, namun di sisi lain juga cemas karena tidak tahu kondisi mentalnya seperti apa dan apa yang mungkin terjadi ke depan,” ujar Dian saat dikonfirmasi, Selasa (03/02/2026).
Dian menjelaskan, pria tersebut kerap berpindah-pindah lokasi tanpa tujuan jelas. Ia terlihat berada di pinggir jalan, halaman rumah warga, hingga tidur di teras dan kursi yang berada di luar rumah. Dalam beberapa kesempatan, pria itu juga terlihat menggoyang-goyangkan lampu jalan dan lampu taman, sehingga menambah kekhawatiran warga sekitar.
“Kondisi ini membuat sebagian warga enggan keluar rumah, bahkan ada yang khawatir membiarkan anak-anak bermain di luar,” tambahnya.
Upaya warga untuk memberikan bantuan berupa makanan dan minuman telah dilakukan. Namun, respons dari pria tersebut dinilai tidak stabil dan sulit diajak berkomunikasi. Hingga kini, warga juga tidak mengetahui identitas maupun asal-usul pria tersebut, termasuk apakah ia memiliki keluarga yang dapat dihubungi.
Atas kondisi tersebut, warga berharap adanya keterlibatan aktif dari Dinas Sosial Kabupaten Banyuasin, aparat kepolisian setempat, serta Puskesmas terdekat untuk segera melakukan penanganan terpadu. Langkah ini dinilai penting guna mencegah potensi gangguan keamanan sekaligus memastikan pria tersebut memperoleh perawatan yang layak sesuai dengan kondisinya.
“Kami ingin ada solusi yang manusiawi dan cepat. Warga merasa aman, dan yang bersangkutan juga mendapatkan penanganan yang tepat,” pungkas Dian.
Laporan: Dede Sunarya













