JAKARTA UTARA, Catatan Jurnalist — Menteri Koordinator Bidang Pangan melakukan kunjungan kerja terpadu ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri 1 Jakarta Utara serta sejumlah sekolah penerima Program Makan Bergizi (MBG). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan operasional, kualitas makanan, serta ketepatan distribusi MBG kepada para penerima manfaat.
Kunjungan diawali dari SPPG Polri 1 Jakarta Utara yang berlokasi di kawasan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading. Dapur layanan gizi yang dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari ini melayani 3.081 penerima manfaat, didukung 48 tenaga kerja, dan dipimpin oleh Kepala SPPG Muhammad Riezki Persada, S.H.
Menko Pangan secara langsung meninjau alur produksi makanan, mulai dari pengolahan bahan baku hingga pengemasan dan distribusi. Ia juga mengecek penerapan standar keamanan pangan dan kualitas menu yang disiapkan untuk hari itu.
“SPPG adalah ujung tombak Program Makan Bergizi. Saya ingin memastikan proses produksi sampai distribusi benar-benar memenuhi standar gizi, higienitas, dan tepat sasaran,” tegas Menko Pangan, Selasa (13/1/2026)
Menu MBG yang disajikan pada 13 Januari 2026, menurut Menko Pangan, telah disusun untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang bagi peserta didik, sekaligus mendukung tumbuh kembang dan konsentrasi belajar anak.
Usai dari SPPG, Menko Pangan melanjutkan kunjungan ke SMK Negeri 33 Jakarta Utara dan SMK Hang Tuah 02 Jakarta, dua sekolah penerima utama layanan MBG dari SPPG Polri 1. Sebanyak 485 siswa/i SMKN 33 dan 295 siswa/i SMK Hang Tuah 02 tercatat sebagai penerima manfaat program tersebut.
Di hadapan para siswa, Menko Pangan tidak hanya membagikan langsung makanan bergizi, tetapi juga memberikan edukasi tentang pentingnya pola makan sehat sejak dini. Ia menjelaskan kandungan gizi dalam makanan yang dikonsumsi serta asal-usul bahan baku pangan sebagai bagian dari pendidikan karakter dan ketahanan pangan.
“Program Makan Bergizi bukan sekadar memberi makan. Ini tentang membangun generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki mental kuat menghadapi masa depan,” ujarnya.
Menko Pangan juga menegaskan bahwa pelaksanaan MBG harus berkelanjutan, termasuk saat libur sekolah dan bulan Ramadhan, serta dikelola secara akuntabel dan transparan.
“Program MBG harus tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi tumbuh kembang anak-anak, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Menko Pangan mengapresiasi kolaborasi pemerintah daerah, TNI/Polri, pengelola SPPG, serta seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi di wilayah Jakarta Utara.
(Rilis Kemenko Pangan RI)














