BANYUASIN, Catatan Jurnalist — Aktivitas usaha para pedagang di kawasan pertokoan Jalan Lintas Palembang-Betung Kilometer 16, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, terganggu akibat truk-truk bertonase besar yang kerap parkir di depan deretan toko.
Keberadaan kendaraan angkutan tersebut dikeluhkan para pelaku usaha karena menutup akses keluar masuk pelanggan serta menghambat proses bongkar muat barang. Kondisi itu bahkan dinilai berpotensi menurunkan omzet pedagang yang menggantungkan pendapatan dari kunjungan konsumen setiap hari.
Salah seorang pedagang berinisial Cd mengungkapkan, truk-truk tersebut sering berhenti dalam waktu cukup lama di depan pertokoan tanpa memperhatikan dampaknya terhadap aktivitas perdagangan.
“Pembeli sering kesulitan masuk ke area toko karena akses tertutup truk. Kendaraan pengangkut barang juga susah keluar masuk. Kalau terus seperti ini, tentu sangat merugikan kami sebagai pedagang,” ujarnya, Jumat (13/6/2026).
Menurutnya, kawasan tersebut merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang setiap hari ramai dikunjungi konsumen. Namun keberadaan truk yang parkir sembarangan membuat area pertokoan terlihat semrawut dan mengurangi kenyamanan pelanggan.
Para pedagang mendesak Dinas Perhubungan, Satlantas, maupun instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan penertiban. Mereka meminta agar kendaraan angkutan barang tidak menjadikan bahu jalan maupun area depan pertokoan sebagai lokasi parkir.
Selain itu, warga juga mengusulkan pemasangan rambu larangan parkir dan pengawasan rutin guna mencegah kendaraan besar kembali berhenti di lokasi yang sama.
“Kami tidak melarang truk melintas, tetapi jangan sampai parkir berjam-jam di depan toko dan menghambat usaha masyarakat,” tegas Cd.














