MAYBRAT, Catatan Jurnalist – Semangat kemandirian pangan ditunjukkan oleh salah satu warga Kampung Faan Kahrio, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Yonas Faan, seorang petani lokal, rutin melakukan panen komoditas hortikultura berupa tomat dan rica (cabai) di lahan kebun miliknya.
Dalam setiap kali masa panen Yonas mampu menghasilkan sedikitnya 10 kilogram tomat yang siap dipasarkan. Meski produktif, Yonas mengaku masih menghadapi tantangan besar dalam hal distribusi dan sarana pendukung pertanian.
“Tantangan penjualan harus ke Ibu Kota
saat ini, hasil panen kebun harus dibawa cukup jauh ke Kumurkek, Ibu Kota Kabupaten Maybrat. Hal ini terpaksa dilakukan karena belum tersedianya titik pasar yang memadai di sekitar wilayah perkebunan,” kata Yonas kepada Catatanjurnalist.com, Rabu (07/01/2026).
Yonas berharap kepada pemerintah daerah Kabupaten Maybrat, khususnya dinas terkait, agar lebih memperhatikan nasib para petani lokal.
“Ada tiga poin utama yang diharapkan oleh masyarakat petani di Faan Kahrio, antara lain:
- Kami meminta penyediaan Sarana Tani, berupa bantuan alat-alat pertanian modern untuk memudahkan pengolahan lahan.
- Kami membutuhkan dukungan untuk ketersediaan pupuk yang terjangkau dan berkelanjutan agar kualitas hasil panen tetap terjaga.
- Tempat Pemasaran Pemerintah diharapkan membangun atau menyediakan tempat pemasaran (pasar) yang lebih dekat dengan pemukiman warga,” ungkap Yones.
Menurut Yonas, minat masyarakat untuk berkebun sangat tinggi. Namun, semangat tersebut seringkali terkendala oleh sulitnya mencari tempat untuk menjual hasil panen.
“Masyarakat disini bersedia berkebun, tapi mereka mencari tempat untuk menjual itu agak setengah mati (sulit). Kalau bisa, Pemerintah menyediakan tempat pasarannya,” harapnya lagi.
Kehadiran pemerintah dalam menjamin rantai pemasaran hasil tani dinilai menjadi kunci utama agar ekonomi masyarakat di Kampung Faan Kahrio dan sekitarnya dapat tumbuh lebih pesat.
Laporan: Eskop Wisabla














