Program Beras Murah Menko Pangan di Cirebon dan Pekalongan Sasar Ojek Online

CIREBON, Catatan Jurnalist — Kementerian Koordinator Bidang Pangan menyalurkan bantuan paket beras murah bagi komunitas pengemudi ojek online melalui program Hari Jaminan Ketahanan Pangan (HAJATAN), Jumat (26/12).

Kegiatan ini dilaksanakan di Gudang Bulog Pegambiran, Kota Cirebon dan Gudang Bulog Bondansari, Kabupaten Pekalongan, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang akhir tahun.

Program tersebut berada di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan dilaksanakan melalui kolaborasi Kemenko Pangan bersama Perum Bulog, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, dan PT Grab Indonesia. Sebanyak 250 paket beras kemasan 5 kilogram disalurkan secara langsung kepada pengemudi ojek online mitra Gojek dan Grab di setiap titiknya.

Menko Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah cepat pemerintah untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, sekaligus sebagai bagian dari persiapan menghadapi bulan Ramadan 1447 H.

Program ini ditujukan untuk membantu meringankan beban pengeluaran dan menjaga daya beli masyarakat, khususnya pekerja sektor informal. Para pengemudi ojek online menyambut antusias bantuan tersebut.

Agus Heriadi, salah satu penerima bantuan di Kabupaten Cirebon, mengaku bersyukur karena bantuan pangan bagi pengemudi ojek online masih tergolong jarang, sementara kondisi penghasilan semakin menantang akibat persaingan yang ketat.

“Kami senang sekali dapat bantuan karena jarang sekali dapat bantuan. Penghasilan kami sebagai ojol sekarang agak sulit karena jumlah driver online semakin banyak,” ujar Agus.

Hal serupa disampaikan Eko, pengemudi ojek online di wilayah Cirebon, yang menuturkan bahwa faktor cuaca turut berdampak pada penurunan pendapatan dalam beberapa waktu terakhir.

“Akhir-akhir ini sering hujan, jadi orderan yang masuk juga menurun. Dengan adanya bantuan beras ini sangat membantu sekali untuk kebutuhan sehari-hari,”kata Eko.

Dalam kondisi normal, Eko mengungkapkan ia rata-rata hanya memperoleh sekitar 10 pesanan per hari dengan pendapatan bersih sekitar Rp 100.000. Dengan penghasilan tersebut, bantuan pangan dari pemerintah dinilai sangat berarti dalam menjaga kebutuhan rumah tangga.

Menko Pangan berharap program pangan berbasis komunitas seperti HAJATAN dapat terus diperluas ke berbagai daerah dan menjangkau kelompok masyarakat lain yang membutuhkan, seperti marbot masjid, guru ngaji, pengemudi transportasi tradisional, petugas keamanan lingkungan, pemulung, serta pekerja sektor persampahan.

Rilis : Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Liputan Terkini