BANYUASIN, Catatan Jurnalist – Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, resmi diresmikan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni.
Pusat persemaian yang dibangun di atas lahan seluas 60.000 meter persegi ini memiliki kapasitas produksi mencapai 5 juta hingga 10 juta batang bibit per tahun.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya rehabilitasi hutan dan lahan, penghijauan lingkungan, pengembangan agroforestri, serta mendukung berbagai program penanaman pohon di Sumatera Selatan dan daerah lainnya.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, ketersediaan bibit unggul menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung program penghijauan dan pemulihan lingkungan.
“Persemaian bibit unggul yang baik akan menghijaukan desa, kota, hingga kabupaten di seluruh Indonesia,” kata Raja Juli saat peresmian,” Jumat (7/8/2026) siang kemarin.
Ia menjelaskan, Kementerian Kehutanan saat ini telah memiliki 59 fasilitas persemaian yang terdiri dari sembilan pusat persemaian besar dan 50 unit persemaian dengan kapasitas lebih kecil.
Untuk pusat persemaian, kapasitas produksinya berkisar antara 5 juta hingga 10 juta bibit per tahun. Sementara unit persemaian yang lebih kecil mampu memproduksi sekitar 500 ribu bibit dan dapat ditingkatkan hingga 1 juta bibit per tahun.
Berbagai jenis tanaman diproduksi di fasilitas tersebut, mulai dari tanaman kayu-kayuan, tanaman endemik, tanaman multiguna, hingga tanaman estetika.
Menurut Raja Juli, keberagaman jenis bibit tersebut penting untuk mendukung pemulihan ekosistem sekaligus menjaga keanekaragaman hayati.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Diah Murtiningsih mengatakan, Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo dibangun dengan sistem produksi modern.
Pembangunan fasilitas tersebut berlangsung sejak 2023 hingga 2025 melalui kolaborasi pemerintah dan sektor swasta, termasuk APP Group.
“Kolaborasi ini menjadi bentuk sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam mempercepat pembangunan kehutanan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Diah mengatakan, fasilitas tersebut dirancang untuk menghasilkan berbagai jenis bibit yang dapat digunakan dalam program rehabilitasi hutan dan lahan maupun pembangunan lanskap hijau secara berkelanjutan.
Selain meningkatkan kapasitas produksi, teknologi modern yang diterapkan juga ditujukan untuk menjaga kualitas bibit, meningkatkan efisiensi pengelolaan, serta meningkatkan keberhasilan tanaman setelah ditanam di lapangan.
Bibit Gratis untuk Masyarakat
Keberadaan Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo juga membuka akses bagi masyarakat untuk mendapatkan bibit tanaman secara gratis.
Direktur APP Group Suhendra Wiriadinata mengatakan, keterlibatan pihaknya dalam pembangunan pusat persemaian tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah di bidang lingkungan hidup dan kehutanan.
Bibit yang tersedia dapat dimanfaatkan masyarakat, kelompok tani, komunitas, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, instansi pemerintah, TNI/Polri, Pramuka, maupun berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan penanaman pohon.
Dengan kapasitas produksi hingga 10 juta bibit per tahun, pusat persemaian tersebut diharapkan mampu mempercepat penyediaan dan distribusi bibit berkualitas untuk berbagai kebutuhan penghijauan.
Pemerintah berharap beroperasinya Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo dapat memperkuat rehabilitasi hutan, pemulihan lahan kritis, serta penghijauan di Sumatera Selatan dan wilayah sekitarnya.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan kehutanan yang berkelanjutan dan menjaga kelestarian lingkungan.












