MUBA, Catatan Jurnalist — Berbagai persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat mengemuka dalam kegiatan Reses Masa Sidang VI Tahun 2026 Anggota DPRD Sumatera Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) IX Kabupaten Musi Banyuasin yang digelar di Balai Desa Bangun Sari, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin.
Reses yang berlangsung selama masa sidang 3–10 Juli 2026 tersebut dihadiri Kepala Desa Bangun Sari Umar Hasan, Ketua BPD, TP PKK, Karang Taruna, kelompok pengajian, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
Dalam dialog bersama masyarakat, usulan pembangunan infrastruktur menjadi kebutuhan yang paling banyak disampaikan. Warga meminta pemerintah memberikan perhatian terhadap pengecoran jalan poros Desa Bangun Sari yang dinilai sangat penting untuk menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Selain infrastruktur jalan, masyarakat juga mengusulkan bantuan sektor pertanian berupa bibit kelapa sawit, pembangunan sekolah di Desa Bangun Sari, serta peningkatan layanan air bersih yang hingga kini masih menjadi kebutuhan utama sebagian warga.
Pada sesi tanya jawab, warga bernama Suratman menyampaikan harapan agar pemerintah dapat membantu pembangunan fasilitas musala di desa serta memberikan perhatian terhadap kesejahteraan marbot melalui pemberian tunjangan.
Sementara itu, guru swasta, Eni, mengungkapkan aspirasi terkait dunia pendidikan. Ia meminta pemerintah membantu pencairan insentif guru swasta yang disebut telah tertunda selama sekitar 18 bulan.
Selain itu, ia juga berharap adanya dukungan dalam pengusulan guru swasta menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta bantuan fasilitas bagi Taman Kanak-Kanak (TK) A di Desa Bangun Sari.
Seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses tersebut akan menjadi bahan pembahasan dan diperjuangkan sesuai kewenangan di tingkat Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan maupun pemerintah pusat, sehingga dapat direalisasikan melalui program pembangunan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.(ADV)















