BANYUASIN, Catatan Jurnalist – Pengakhiran hubungan kerjasama antara PT Global Makara Teknik (PT GMT) dan PT Trimata Benua (PT TB) berdampak pada puluhan pegwai PT GMT yang kebingungan saat akan melakukan aktivitas bekerja, pasalnya jalan tempat mereka bekerja dipasang portal oleh pihak PT Tirta Benua (PT TB) di Simpang 4 Desa Bentayan, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Banyuasin.
Menurut Bambang kodinator tenaga kerja menyampaikan, para pekerja minta agar portal dibuka sehingga para pegawai dapat masuk dan kembali bekerja di PT GMT seperti biasanya.
“Para pekerja minta buka portal supaya karyawan PT GMT biso kerja. kalau gak kerja bagaimana keluarga nya mau makan,” ungkap Bambang kepada Catatanjurnalist.com, Minggu (15/06/2025).
“Kenapa kami harus jadi korban. kenapa PT Trimata Benua dan PT PT Global Makara Teknik bermusyawarah, padahal kami para pegawai barusaja melakukan perpanjangan kontrak kerja denga PT GMT” ungkap salah satu pekerja.
Salain itu diketahui, penutupan jalan dengan portal di informasikan oleh Sukandi sebagai perwakilan PT Trimata Benua.

“Dalam surat yang diberitahukan bahwa Sukandi sebagai mewakili perusahan dirinya menyampaiak Surat Keputusan perintah penghentian kegiatan penambangan. Bahwa PT Trimata Benua (PT TB) telah melakukan pengakhiran kerjasama dengan PT Global Makara Teknik (PT GMT) efektif sejak tanggal 05 juni 2025. Bahwa efektif sejak tanggal 05 Juni 2025, PT GMT bukan lagi kontraktor tambang PT TB sehingg PT GMT tidak diperkenankan untuk melakukan ketitan apapuin dalam wilayah IUP-OP PT TB (keculi untuk kegiatan demolisasi peralatan dan/atau kendaraan milik PT GMT),” ungkap salah seorang pengawai.
Surat keputusan yang disampaikan Sukandi ditanda tangani langsung Direktur Utama PT Trimata Benua Subagio Wirjoatmodjo.
Hingga berita ini diturunkan, kami masih berupaya untuk mengkonfirmasi kedua perusahaan terkait kebenaran hal tersebut.
Laporan : Ihhin Yusda











