BANYUASIN, Catatan Jurnalist — Setelah beberap tahun terakhir tanpa adanya aktivitas Galian C, kini Warga RT 11 Kelurahan Air Batu, Kabupaten Banyuasin, kembali diliputi keresahan menyusul beroperasinya kembali aktivitas galian tanah yang lokasinya sangat dekat dengan permukiman. Padahal, kegiatan tersebut sebelumnya sempat mendapat teguran dari pihak kelurahan.
Kekhawatiran warga dinilai beralasan. Jarak galian yang terlalu dekat dengan rumah membuat tanah di sekitar permukiman berpotensi tergerus hingga memicu longsor. Kondisi ini membuat warga merasa tidak tenang, terutama pada malam hari.
Salah seorang warga, Lasmiati, mengaku sulit tidur karena terus membayangkan kemungkinan terjadinya longsor akibat aktivitas tersebut.
“Kalau malam kami takut akan adanya longsor. Sebelumnya sudah pernah ditegur pemerintah kelurahan dan sempat berhenti, tapi sekarang menggali lagi. Kami benar-benar cemas,” ujarnya, Rabu (04/03/2026).
Warga juga menyebut sebelumnya pernah ada rencana penggalian di lapangan yang tidak jauh dari permukiman. Namun rencana itu sempat dihentikan setelah warga melakukan penolakan karena khawatir dampaknya membahayakan lingkungan.
Selain ancaman longsor, warga RT 10 dan RT 11 telah bersepakat melarang truk pengangkut tanah melintas di jalan lingkungan mereka. Menurut warga, kendaraan berat tersebut memperparah kerusakan jalan, menimbulkan debu, serta membahayakan keselamatan anak-anak dan pengguna jalan.
“Jalan ini jalan kampung, banyak anak sekolah dan ibu-ibu lewat. Kami sepakat mobil angkutan tanah tidak boleh lagi lewat antara RT 10 dan RT 11,” tegas warga.
Saat ini, di sekitar lokasi galian disebut telah terbentuk jurang yang semakin mendekati rumah warga. Mereka menilai, jika aktivitas tidak segera dihentikan, potensi bencana akan semakin besar, terutama saat musim hujan.
Warga pun berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan untuk meninjau kembali izin serta dampak lingkungan dari aktivitas galian tersebut. Keselamatan masyarakat, menurut mereka, harus menjadi prioritas utama.
“Kami tidak ingin menunggu sampai ada korban. Kami hanya ingin merasa aman di rumah kami sendiri. Tolong nian pak, ditindak galian disini, sebelum ada korban jiwa,” tutup warga.
Laporan: Dede Sunarya















