Tinjau Genangan Hingga Pinggang, Bupati OKI Pastikan Warga Banjir Terlayani

OGAN KOMERING ILIR, Catatan Jurnalist — Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Muchendi turun langsung meninjau desa-desa terdampak banjir di Kecamatan Lempuing dan Lempuing Jaya. Didampingi Ketua TP PKK Ike Muchendi, orang nomor satu di OKI itu memastikan warga terdampak mendapatkan perlindungan, bantuan, dan layanan kesehatan selama masa pemulihan.

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Desa Mukti Sari, Kecamatan Lempuing. Untuk mencapai desa tersebut, rombongan harus melewati genangan air setinggi pinggang orang dewasa. Meski demikian, Bupati Muchendi tetap menyapa warga dari rumah ke rumah sambil menyerahkan bantuan sembako.

Peninjauan berlanjut ke lokasi pengungsian di SD Negeri 1 Lubuk Makmur. Sekitar 70 kepala keluarga (KK) sebelumnya dievakuasi ke sekolah tersebut. Seiring air yang mulai surut, sebagian warga telah kembali ke rumah, namun sekitar 30 KK—yang didominasi lansia, perempuan, dan anak-anak—masih bertahan di pengungsian.

Kehadiran Bupati, Ketua TP PKK, serta jajaran kepala OPD disambut antusias oleh para pengungsi. Warga memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan langsung keluhan, terutama terkait kebutuhan logistik dan layanan kesehatan.

Dalam dialog dengan warga, Muchendi menyebut banjir kali ini tergolong ekstrem dan jarang terjadi.

“Kalau banjir setiap tahun memang sudah biasa, tapi setinggi ini terakhir sekitar 20 tahun lalu,” ujarnya.

Ia menegaskan Pemkab OKI tidak akan tinggal diam dan akan terus mendampingi masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih.

“Kami hadir untuk memastikan masyarakat tidak sendiri. Kebutuhan dasar, kesehatan, dan logistik harus terpenuhi sampai situasi normal kembali,” tegas Muchendi.

Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan seperti bayi, balita, lansia, serta ibu hamil dan menyusui. Bupati meminta tenaga kesehatan memberikan pelayanan maksimal di lokasi pengungsian dan menegaskan biaya pengobatan warga telah ditanggung melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Kalau ada yang sakit, silakan berobat. Jangan khawatir soal biaya, semuanya dijamin pemerintah,” katanya.

Selain logistik dan kesehatan, Muchendi juga merespons kekhawatiran petani terkait ancaman gagal panen akibat banjir. Ia memastikan pemerintah daerah telah menyiapkan bantuan benih agar petani bisa kembali menanam setelah air surut.

“Kami akan bergerak cepat dan terkoordinasi. Setelah air surut, pemulihan akan langsung dilakukan,” ujarnya.

Salah seorang pengungsi, Larso (60), mengungkapkan air mulai naik sejak Kamis pagi. Warga sempat menyelamatkan barang-barang sebelum akhirnya dievakuasi ke sekolah.

“Masih sempat angkat barang ke tempat tinggi. Setelah itu Pak Kades mengarahkan kami ke sini,” katanya.

Hal senada disampaikan Siti Aminah (45). Ia bersyukur mendapat tempat evakuasi yang aman, meski berharap segera bisa kembali ke rumah.

“Di sini aman dan makan ditanggung, tapi tentu ingin cepat pulang. Rumah terendam, dapur dan kasur basah semua,” ujarnya.

Sementara itu, Yanto (58) berharap pemerintah membantu perbaikan fasilitas umum dan lahan pertanian setelah banjir surut.

“Jalan, sawah, dan rumah ibadah ikut terendam. Kami harap setelah ini bisa segera diperbaiki,” katanya.

Jika ingin lebih singkat, lebih human interest, atau versi headline portal online, tinggal bilang ya.

Laporan: Lucky Wijaya

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *