BOGOR, Catatan Jurnalist — Pemerintah memperkuat konsolidasi ketahanan pangan nasional dengan melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai salah satu kekuatan utama di lapangan. Langkah ini ditegaskan dalam Apel Komandan Satuan TNI Tahun 2026 yang digelar di Bogor, Rabu (29/04/2026).
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, hadir sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut yang juga diikuti Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Menteri Pertahanan RI, Wakil Panglima TNI, serta sekitar 1.500 komandan satuan TNI dari berbagai wilayah.
Dalam kesempatan itu, pemerintah menekankan bahwa isu pangan kini tidak lagi sekadar persoalan produksi, tetapi telah menjadi bagian dari strategi pertahanan negara, terutama di tengah tekanan geopolitik global, perubahan iklim, serta gangguan rantai pasok pangan dunia.
Zulkifli Hasan menyebut peran TNI semakin strategis dalam memastikan ketahanan pangan nasional, terutama dalam mendukung implementasi program hingga ke tingkat daerah dan desa.
Apel Komandan TNI ini juga menjadi momentum konsolidasi lintas sektor untuk membangun sistem pangan nasional yang tidak hanya kuat dari sisi produksi, tetapi juga adil bagi petani, terjangkau bagi masyarakat, serta berkelanjutan bagi desa.
Selain itu, pemerintah juga menyoroti pentingnya penguatan sektor hilir, termasuk pengelolaan sampah menjadi energi sebagai bagian dari upaya mengatasi darurat sampah nasional sekaligus mendukung ketahanan energi.
Melalui sinergi lintas sektor, termasuk peran koperasi desa sebagai ujung tombak di tingkat akar rumput, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional dapat diperkuat secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Rilis : Kemenko Pangan RI















