OGAN ILIR, Catatan Jurnalist — Wakil Bupati Ogan Ilir, Ardani, menegaskan komitmennya untuk memberantas buta baca tulis Al-Qur’an di kalangan pelajar. Ia meminta agar ke depan tidak ada lagi siswa sekolah di Ogan Ilir yang belum mampu membaca dan menulis Al-Qur’an.
Penegasan tersebut disampaikan Ardani saat memberikan sambutan pada kegiatan pembinaan Kepala Unit TK/TPA LPPTKA BKPRMI se-Kabupaten Ogan Ilir yang dirangkaikan dengan Silaturahmi Kerja Daerah (SILAKDA) BKPRMI Ogan Ilir Tahun 2026. Kegiatan ini digelar di Gedung Pendopoan Rumah Dinas Bupati Ogan Ilir, Selasa (13/1/2026).
Dalam sambutannya, Ardani mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Ogan Ilir untuk menjalin kerja sama aktif dengan Forum BKPRMI, khususnya dalam pemenuhan tenaga pengajar Al-Qur’an di sekolah-sekolah.
“Saya menganjurkan Disdikbud Ogan Ilir agar dapat berkolaborasi dengan Forum BKPRMI, terutama di sekolah-sekolah yang belum memiliki guru ngaji,” ujarnya.
Ardani mengungkapkan, berdasarkan pengalamannya, masih ditemukan peserta didik di tingkat SMP yang belum bisa membaca dan menulis Al-Qur’an. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus segera dituntaskan.
Tak hanya di lingkungan sekolah, Ardani juga mendorong BKPRMI untuk memperluas peran pembinaan hingga ke tingkat desa. Ia berharap anak-anak di pelosok desa pun mendapatkan akses pendidikan baca tulis Al-Qur’an secara merata.
“Saya minta BKPRMI ikut mendidik anak-anak di desa-desa agar semuanya bisa baca tulis Al-Qur’an,” tegasnya.
Ia menambahkan, penguatan pendidikan keagamaan ini sejalan dengan visi dan misi Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, yang telah disampaikan sejak masa kampanye.
Terkait keterbatasan sarana dan prasarana, seperti ketersediaan Al-Qur’an dan fasilitas pendukung lainnya, Ardani optimistis bantuan akan datang.
“Kalau ada kekurangan fasilitas, yakinlah akan ada hamba Allah yang membantu. Pasti ada saja yang memberi, apalagi ini urusan akhirat,” pungkasnya.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan organisasi keagamaan, Pemkab Ogan Ilir berharap generasi muda tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual.
Laporan : Pajri















