PALEMBANG, Catatan Jurnalist – Program Museum For Local Economic Development and Social Changes (MLEADS) untuk Chapter Palembang yang diinisiasi oleh Perkumpulan Pelestari Sejarah dan Budaya Indonesia akan mencapai puncak pelaksanaannya dengan mengadakan Pameran “BEYOND THE BARS : Melintas Jeruji Batas” pada tanggal 3 Mei – 7 Juni 2025.
Pameran ini menampilkan narasi, karya kreatif, dan ekspresi harapan dari anak-anak binaan LPKA Kelas I Palembang, sebagai bentuk dukungan terhadap penghapusan stigma dan penguatan reintegrasi sosial mereka.
Dalam pembukaan pameran Beyond The Bars, Staf ahli Walikota Palembang bidang bidang Ekbang dan Invest, Rudi Indawan menyampaiak, Pemerintah Kota Palembang sangat mengapresiasi program literasi anak binaan untuk menyuarakan cinta dan cita-cita mereka melalui karya creatif berbasis nilai-nilai budaya lokal.
“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pelaksanaan program ini hasil dari sinergi antara museum Sultan Mahmud Badaruddin II dan pihak IHH creatif. Dan program ini memberikan ruang bagi anak-anak binaan untuk menyuarakan cinta dan cita mereka melalui karya creatif berbasis nilai-nilai budaya lokal,” kata Rudi Indawan saat pembukaan pameran Beyond The Bars (Melintas Jeruji Besi ) di museum Sultan Mahmud Badaruddin II Kota Palembang, Sabtu (03/05/2025).
“Program ini bukan hanya sebagai wujud aktifitas ruang dan sumber daya museum, namun lebih dari itu menjadi jembatan dan harapan bagi anak-anak binaan lapas untuk belajar, berkarya dan tumbuh menjadi bagian dari masyarakat yang produktif,” ungkapnya.
Dirinya juga berharap program ini akan tumbuhkan kesadaran kolektif bahwa museum adalah rumah bersama,ruang harapan dan agen perubahan sosial,semoga program ini menjadi inspirasi bagi gerakan kebudayaan di kota Palembang Dan Indonesia.
Sementara itu Nova Farida Lestari dari Indonesia Hidden Heritage Creative Hub mengatakan salah satu permasalahan kota Palembang adalah tingginya tingkat pelanggaran oleh kalangan remaja. Sehingga organisasinya berkolaborasi dengan musium untuk memberikan kontribusi terhadap pembangunan masyarakat kedepannya.
“Saya bergerak untuk kemajuan museum, dimana museum berkontribusi pada agenda pembangunan dan agenda pembangunan masyarakat dan agenda pembangunan berkelanjutan. Museum mempunyai peran sosialnya, salah satu, kalau kita berbicara masalah museum kota, berarti terkait dengan seluruh permasalahan dikota, salah satu permasalahan di kota Palembang adalah tingginya tingkat pelanggaran oleh remaja,” kata Farida.
“Nah kita bersama dengan LPKA kami ingin memberikan bantuan pengetahuan dan kebudayaan kepada anak-anak binaan yang nantinya bisa bermanfaat bagi mereka, setelah mereka menyelesaikan program pembinaan dan memiliki pengetahuan kebudayaan dan memiliki pengetahuan untuk melakukan Kegiatan ekonomi kedepannya,” tutupnya.
Kegiatan ini sendiri akan dilakukan selama satu bulan di tempat-tempat berbeda di kota Palembang dan terakhir di gelar di salah satu pusat pembelanjaan di kota Palembang.
Laporan: Dede Sunarya












