PALEMBANG, Catatan Jurnalist — Hilangnya beras Premium dari peredaran di sejumlah toko mendapat respon pemerhati sosial Bagindo Togar yang menyebutkan hal tersebut sebagai langkah perlawanan mafia beras terhadap kebijakan pemerintah.
“Ini adalah respon perlawanan dari para mafia beras akibat adanya intervensi pemerintah yang mencoba melakukan penindakan atau pembatasan penyebaran beras oplosan, untuk mencari keuntungan baik dari kualitas maupun dari kuantitasnya jumlahnya timbangannya dari kualitas-kualitas mereka permainkan,” kata Bagindo Togar, saat diwawancarai Catatanjurnalist.com via selulernya, Minggu (10/08/2025) pagi.
“Para pelaku (Mafia-red) harus diberikan tindakan pidana, karena ulah perbuatan dilakukan melawan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dan jangan ragu untuk melakukan tindakan ini tindakan-tindakan pidana,” ungkap Gindo.
Direktu Eksekutif Forum Demokrasi Sriwijaya ini juga menyinggung pemerintah seharusnya pangan yang berkualitas harus di jamin oleh pemerintah. Pemerintah harus tegas memberikan hukum tidak kompromi dengan mafia beras.
“Hal ini merupakan tindakan pidana umum atau pun tindak pidana khusus sehingga pemerintah jangan kasih tuan untuk kompromi. Pemerintah menyapu bersih pada pemain beras (Mafia-red) yang mengambil keuntungan ditengah keterbatasan pengetahuan masyarakat,” pungkas Gindo.
Laporan : Dede Sunarya












