JAKARTA, Catatan Jurnalist — Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, berhasil mencetak sejarah baru, hal ini menyusul terwujudnya target ambisius sebagai daerah penghasil beras nomor satu nasional pada awal tahun 2026. Pencapaian monumental ini menandai tonggak penting dalam upaya peningkatan ketahanan pangan di Indonesia. Keberhasilan ini menempatkan Banyuasin di garis terdepan produksi pangan.
Predikat membanggakan tersebut dibuktikan dengan penganugerahan penghargaan langsung dari Presiden Prabowo Subianto kepada Bupati Askolani pada puncak acara panen raya di Karawang Jawa Barat.
Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Banyuasin dalam meningkatkan produksi beras secara signifikan, bahkan mengungguli Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang sebelumnya dikenal sebagai lumbung padi nasional. Ini adalah pengakuan atas kerja keras pemerintah daerah dan petani.
Kabupaten Banyuasin menduduki posisi pertama sebagai daerah dengan produksi beras tertinggi sepanjang tahun 2025. Banyuasin berhasil mengungguli Sukabumi di posisi kedua dan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, di posisi ketiga. Data ini menunjukkan konsistensi dan volume produksi yang luar biasa.
Capaian produksi gabah di atas satu juta ton beras, Banyuasin kini menjadi lumbung padi terbesar di Indonesia. Angka ini mencerminkan potensi pertanian yang sangat besar di wilayah tersebut.
Penghargaan dari Presiden Prabowo Subianto menjadi validasi resmi atas kinerja luar biasa Pemkab Banyuasin dan para petani. Keberhasilan ini tidak hanya sekadar angka, tetapi juga hasil dari kebijakan pertanian yang tepat sasaran dan implementasi program yang efektif. Ini adalah buah dari kolaborasi berbagai pihak.
Posisi Banyuasin yang mengungguli daerah-daerah penghasil beras lainnya seperti Sukabumi dan OKU Timur menunjukkan daya saing dan kapasitas produksi yang unggul. Hal ini memberikan optimisme baru bagi sektor pertanian di Sumatera Selatan. Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi daerah lain untuk meningkatkan produktivitas.(Sumber:Antara)















