YALIMO, Catatan Jurnalist – Ibu Kota Distrik Benawa, Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua Pegunungan mendadak bergelora. Ribuan masyarakat dari 37 kampung turun langsung menyambut kedatangan tim pemekaran Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Kabupaten Benawa, Rabu (11/3/2026).
Sejak pagi hari, warga sudah memadati lokasi penyambutan. Mereka datang dengan mengenakan pakaian adat lengkap, membawa atribut tradisional, serta menampilkan tarian dan nyanyian khas daerah sebagai bentuk penghormatan terhadap rombongan tim pemekaran yang tiba di wilayah tersebut.
Tabuhan musik tradisional dan irama tarian adat menggema di pusat Distrik Benawa. Para penari bergerak lincah mengikuti irama, sementara masyarakat lainnya berbaris di sepanjang jalur kedatangan rombongan, menyambut dengan penuh semangat dan sukacita.
Antusiasme warga semakin terasa karena momen tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju Deklarasi CDOB Kabupaten Benawa yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 12 Maret 2026, di ibu kota Distrik Benawa.
Masyarakat dari puluhan kampung terlihat terus berdatangan untuk mengikuti momentum yang dianggap bersejarah bagi wilayah mereka. Bahkan sebagian warga telah berada di lokasi sejak sehari sebelumnya guna mempersiapkan berbagai kebutuhan acara.

Di lokasi kegiatan, panitia juga mulai melakukan berbagai persiapan, mulai dari penataan area deklarasi hingga pemasangan perlengkapan acara.
Secara geografis, Distrik Benawa berada di antara wilayah Kabupaten Yalimo dan Kabupaten Keerom. Namun secara administratif wilayah ini masih berada di bawah pemerintahan Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua Pegunungan.
Ketua Panitia Deklarasi CDOB Kabupaten Benawa, Othius Deyal, mengatakan kehadiran langsung tim pemekaran di Distrik Benawa menjadi momentum penting yang disambut penuh antusias oleh masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi ketua tim pemekaran yang datang langsung ke Benawa menjelang deklarasi. Masyarakat sangat antusias menyambut kedatangan rombongan,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat Benawa selama ini menaruh harapan besar terhadap terbentuknya daerah otonomi baru di wilayah tersebut.
“Walaupun ada beberapa pihak yang menyampaikan penolakan, masyarakat Benawa tetap berharap pemekaran ini bisa segera terwujud dalam waktu dekat,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan, masyarakat juga menyerahkan hadiah kepada Tim Deklarasi Kecukupan Wilayah CDOB Kabupaten Benawa sebagai simbol dukungan terhadap proses pemekaran yang tengah diperjuangkan.
Deklarasi yang akan digelar pada 12 Maret 2026 itu menjadi salah satu tahapan penting dalam mendorong pembentukan Kabupaten Benawa sebagai daerah otonomi baru di wilayah Papua Pegunungan.
Laporan : Eskop Wisabla














