ICMI Papua Barat Daya Konsolidasikan Peran Cendekiawan Muslim untuk Pembangunan Berkelanjutan

SORONG, Catatan Jurnalist Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Papua Barat Daya menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) perdana di Ayla City Hotel, Kota Sorong, Selasa–Rabu (20–21/1/2026). Forum strategis ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan peran cendekiawan Muslim dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Mengusung tema “Sinergitas Cendekiawan Muslim Papua Barat Daya dalam Mewujudkan Pembangunan Daerah yang Berkelanjutan”, Rakerwil diikuti sekitar 120 peserta yang terdiri dari pengurus majelis, pengurus wilayah, serta delegasi dari Raja Ampat, Sorong Selatan, dan Kabupaten Tambrauw.

Ketua Panitia Pelaksana, Mustahid, S.Pd.I., M.A., menegaskan bahwa Rakerwil merupakan amanah organisasi untuk merumuskan program kerja strategis yang relevan dengan tantangan global dan lokal di tahun 2026.

“Tujuan utama Rakerwil ini adalah menyusun rencana kerja MPW ICMI Papua Barat Daya untuk satu periode ke depan, mempererat silaturahmi antar pengurus wilayah dan daerah, serta mendorong pembentukan kepengurusan ICMI di kabupaten dan kota yang belum terbentuk,” ujar Mustahid.

Ia juga melaporkan bahwa pendanaan kegiatan bersumber dari dukungan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, kas internal organisasi, serta donatur dan simpatisan yang tidak mengikat.

“Kami menyadari masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Atas nama panitia, kami memohon maaf dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moral maupun material,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Pengurus Wilayah (MPW) ICMI Orwil Papua Barat Daya, Rahman, S.STP., M.Si., menekankan pentingnya konsolidasi organisasi untuk menyatukan visi dan merumuskan langkah strategis dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di Provinsi Papua Barat Daya.

Menurut Rahman, keanggotaan ICMI Papua Barat Daya sangat beragam, mulai dari akademisi, politisi, profesional, dokter, hingga pelaku ekonomi dan perbankan.

“Dengan komposisi yang lengkap ini, pembangunan berkelanjutan tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan keberpihakan kepada masyarakat, khususnya Orang Asli Papua, sejalan dengan semangat otonomi khusus,” tegasnya.

Ia menambahkan, penguatan sumber daya manusia, pelestarian lingkungan hidup, serta harmonisasi nilai keislaman, kebangsaan, dan kearifan lokal menjadi fokus utama peran cendekiawan Muslim di Papua Barat Daya.

“ICMI siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Kami mendukung kebijakan gubernur yang berpihak kepada rakyat, memberikan masukan berbasis kajian akademik dan data, serta mengawal implementasi kebijakan agar berjalan transparan, akuntabel, dan berkeadilan,” ujarnya.

Rahman berharap Rakerwil ini melahirkan program kerja yang tidak sekadar administratif, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. ICMI Papua Barat Daya, lanjutnya, ingin hadir sebagai rumah besar cendekiawan Muslim yang aktif berkontribusi dalam penguatan SDM, pemberdayaan umat, dan pengembangan ekonomi daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menyampaikan apresiasi tinggi atas peran ICMI sebagai wadah cendekiawan yang mengintegrasikan nilai keislaman dan keindonesiaan.

“Cendekiawan adalah mereka yang mendapatkan anugerah pengetahuan. Jika itu didasari iman dan komitmen moral yang kuat, maka ilmunya akan membawa keselamatan dan kemaslahatan bagi banyak orang,” kata Elisa.

Ia menegaskan bahwa kehadiran ICMI Orwil Papua Barat Daya bukan untuk kepentingan kelompok tertentu, melainkan untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“Rakerwil ini menjadi ruang silaturahmi, bertukar gagasan, dan membangun kekuatan kolektif sebagai mitra strategis pembangunan di Papua Barat Daya,” pungkasnya.

Rakerwil secara resmi dibuka oleh Gubernur Elisa Kambu yang ditandai dengan pemukulan tifa sebanyak tiga kali. Acara tersebut disaksikan unsur Forkopimda Papua Barat Daya, akademisi, pemerintah daerah, pengurus ICMI, tokoh cendekiawan Muslim, serta para pemangku kepentingan terkait.

Laporan: Eskop Wisabla

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *