Kantor Kelurahan Bandar Jaya Timur Kembali Jadi Sasaran Maling

LAMPUNG TENGAH, Catatan Jurnalist Aksi pencurian kembali menyasar Kantor Kelurahan Bandar Jaya Timur, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah. Ironisnya, ini merupakan kali ketiga kantor pelayanan publik tersebut dibobol maling.

Peristiwa terbaru terjadi pada Jumat (20/2/2026). Pelaku diduga masuk dengan cara mendongkel pintu bagian belakang kantor sebelum menggasak tiga unit kipas angin baru dan satu tabung gas ukuran 3 kilogram.

Lurah Bandar Jaya Timur, Awaludin Alfath Tusin Sayih, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut pola aksi pelaku masih sama seperti sebelumnya.

“Sudah tiga kali kantor ini dibobol. Yang ketiga ini terjadi saat saya menjabat sebagai lurah. Modusnya tetap masuk lewat pintu belakang,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Dalam aksi terakhir, pelaku terbilang nekat. Kunci pintu belakang dipahat hingga rusak, kemudian sejumlah ruangan diobrak-abrik. Laci meja dan lemari dibuka paksa untuk mencari barang berharga.

Kasus ini baru diketahui pada Sabtu pagi. Warga sekitar mengaku sempat melihat tiga pria tak dikenal berboncengan satu sepeda motor meninggalkan area kantor sekitar pukul 02.00 WIB dengan tergesa-gesa. Namun saat itu belum ada yang menyadari kantor telah dibobol.

“Warga yang ronda melihat mereka ngebut. Paginya baru diketahui setelah pintu belakang ditemukan dalam kondisi rusak,” jelas Awaludin.

Pihak kelurahan berencana melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Terbanggi Besar dan berharap aparat kepolisian segera mengungkap pelakunya. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama menjelang dan selama Ramadan, karena potensi tindak kriminal kerap meningkat saat warga lengah.

Sehari berselang, aksi serupa juga terjadi di Perumahan Griya Madu Pratama, Kelurahan Seputih Jaya, Kecamatan Gunung Sugih. Rumah milik Lili Santoso dibobol pada Sabtu (21/2/2026) malam saat ia dan keluarganya sedang berada di luar rumah.

“Saat kami pulang sekitar pukul 22.00 WIB, pintu belakang sudah terbuka. Handle rusak dan bagian bawah pintu tercongkel,” ungkap Lili.

Tak hanya pintu belakang, pintu kamar pun rusak akibat dicongkel paksa. Sejumlah barang seperti tabung gas, hordeng, dan pakaian dilaporkan hilang. Lili menyebut dirinya pernah mengalami kejadian serupa saat masa pandemi Covid-19 dengan modus yang sama.

Rentetan kasus ini menjadi alarm bagi masyarakat untuk lebih waspada, terutama saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.

“Ramadan seharusnya menjadi bulan penuh ketenangan. Kami berharap kepolisian meningkatkan patroli dan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang,” tutupnya.

Laporan: Jepri Agus Setiawan

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Liputan Terkini