Kemarau Memukul Petani Karet, Produksi Rendah Pendapatan Menurun

BANYUASIN, Catatan Jurnalist — Kemarau panjang mulai memukul petani karet di Desa Talang Buluh, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Dalam dua bulan terakhir, produksi getah menurun sehingga pendapatan petani ikut tertekan.

Salah seorang petani karet, Mardani, mengatakan cuaca panas dan kondisi kebun yang kering membuat hasil sadapan karet merosot cukup signifikan.

Dengan luas kebun mencapai sekitar enam hektare, saat ini hasil yang diperolehnya hanya sekitar tiga pikul.

“Dampak kemarau panjang ini getah karet kami berkurang. Akibatnya, produksi karet merosot dan pendapatan kami juga ikut berkurang,” ujar Mardani, Jumat (21/8/2026).

Penurunan produksi menjadi persoalan tersendiri bagi petani karena karet menjadi salah satu sumber utama pendapatan keluarga. Di tengah hasil panen yang berkurang, kebutuhan rumah tangga tetap harus dipenuhi.

Mardani mengatakan harga karet di tingkat petani saat ini berada di kisaran Rp15.500 per kilogram. Menurutnya, kenaikan harga menjadi salah satu harapan petani untuk menutup berkurangnya produksi selama musim kemarau.

“Meski saat ini harga karet sekitar Rp15.500 per kilogram, kami berharap harga jual karet bisa meningkat untuk membantu mengimbangi penurunan produksi akibat kemarau,” katanya.

Petani berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga produksi getah kembali normal. Jika kemarau berkepanjangan, mereka khawatir penurunan produksi akan terus berdampak terhadap pendapatan keluarga petani.

banner 970x250banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *