Palembang Gelar Parade 60 Perahu Ketek Hias, Lestarikan Budaya Sungai dan Dorong Pariwisata

PALEMBANG, Catatan Jurnalist Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menggelar Parade Perahu Ketek Hias di kawasan Plaza Benteng Kuto Besak (BKB), Sabtu (27/6/2026). Sebanyak 60 perahu ketek dengan beragam dekorasi memeriahkan kegiatan yang menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya sungai sekaligus memperkuat sektor pariwisata Kota Palembang.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, didampingi Sekretaris Daerah Aprizal Hasyim, mengatakan parade tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan bentuk penghormatan terhadap warisan budaya yang telah menjadi identitas masyarakat Palembang sejak lama.

Menurut Ratu Dewa, perahu ketek memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi masyarakat Palembang. Sebelum berdirinya Jembatan Ampera pada tahun 1965, perahu ketek menjadi sarana transportasi utama masyarakat untuk menyeberangi Sungai Musi, berdagang, bekerja, hingga menjalin hubungan sosial antara kawasan ulu dan ilir.

“Perahu ketek bukan hanya alat transportasi, tetapi bagian dari sejarah dan identitas Kota Palembang sebagai Kota Sungai. Melalui parade ini, kita ingin menumbuhkan kembali kebanggaan masyarakat terhadap budaya sungai yang telah diwariskan para leluhur,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejarah Palembang tidak dapat dipisahkan dari keberadaan Sungai Musi. Sejak masa Kerajaan Sriwijaya, sungai menjadi pusat aktivitas perdagangan, pemerintahan, hingga pelayaran. Bahkan, dalam Prasasti Kedukan Bukit disebutkan perjalanan Dapunta Hyang bersama rombongannya menggunakan perahu dalam membangun pusat Kerajaan Sriwijaya.

Karena itu, menurutnya, Parade Perahu Ketek Hias menjadi bukti bahwa tradisi dapat terus dilestarikan di tengah perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai budaya yang menjadi ciri khas Kota Palembang.

Ratu Dewa juga memberikan apresiasi kepada Paguyuban Pengemudi Perahu Ketek Hias Benteng Kuto Besak yang berhasil menghadirkan 60 perahu dengan berbagai ornamen dan dekorasi menarik.

Ia menilai kehadiran puluhan perahu hias yang berlayar di sepanjang Sungai Musi tidak hanya mempercantik panorama kota, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, semangat gotong royong, serta optimisme dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pemkot Palembang, lanjutnya, akan terus mendukung berbagai kegiatan yang mengangkat potensi budaya, sejarah, dan kearifan lokal. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, komunitas, pelaku pariwisata, UMKM, dan masyarakat menjadi kunci untuk menjadikan Palembang sebagai destinasi wisata unggulan yang dikenal lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Di akhir sambutannya, Ratu Dewa mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan Sungai Musi, melestarikan lingkungan, serta memberikan pelayanan yang ramah kepada wisatawan sebagai bagian dari upaya memajukan pariwisata daerah.

“Mari kita jadikan Sungai Musi bukan hanya sebagai kebanggaan sejarah, tetapi juga sebagai ruang budaya, ruang ekonomi, dan ruang kebersamaan yang terus hidup dari generasi ke generasi,” pungkasnya.

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *