PMKRI Sorong Desak Polres Sorong Ungkap Kasus Tewasnya Kostanis Bame 

SORONG, Catatan Jurnalist — Sebagai bentuk kepedulian terhadap keadilan dan hak asasi manusia atas kematian Kostanis Hasiway Bame Sejak Sabtu 25 April 2025 Lalu di rumah makan Jonglon SP 1 distrik Aimas, kabupaten Sorong provinsi Papua Barat Daya lalu. Keluarga korban yang tergabung dalam Perhimpunan mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Sorong menyuarakan dan mendesak Polresta Sorong kota, Polda Papua Barat Daya serta institusi penegak hukum untuk bertindak ungkap Pelaku serta diadili sesuai dengan hukum yang berlaku di negara Republik Indonesia demi keadilan dan kemanusiaan bagi korban.

Dalam konferensi pers Ketua umum PMKRI Cabang Sorong Marselus Nauw, menekankan bahwa Kami Pihak keluarga korban, mendesak Polres Sorong mengusut tuntas diduga Pelaku utama pembunuhan berinisial RT dan YB.

“Kami sudah dimediasi pihak Lantas Polres Aimas lebih dari sebanyak sepuluh kali. Namun, tidak menemukan titik  terang hingga kini  kasus masih di jalan di tempat. Kami menduga motif  tewasnya keluarga kami bukan karena kecelakaan namun pembunuhan. Hal itu kami sampaikan berdasarkan hasil visum dokter di   RSUD Sele Besolu, kemudian proses acara ritual Adat mereka menemukan juga ada bekas pukulan di Bagain rahang dagu patah otak tembus belakang, sumsum terhamburan,” Ketua umum PMKRI Cabang Sorong Marselus Nauw, Rabu (13/08/2025).

“Kami menduga kuat pelaku berinisial  RT,  YB. Dan pihak keluarga korban sangat prihatin, salah satu terduga pelaku sudah ditahan namun, setelah itu dibebaskan tanpa proses hukum. Kami menilai penegakan hukum pun  tidak maksimal penanganan kasus ini. Padahal Polisi punya alat yang cangih, bisa sidik jari dan berbagai upaya lain,” tegas Marselus Nauwe

Demi keadilan kemanfaatan, kepastian hukum maka itu, kami mendesak Polres Sorong Kapolda Papua Barat Daya untuk segera mengambil alih dan menyelesaikan masalah ini. segera adili dan proses  pelaku sementara yang diduga telah membunuh almahum Kostnis Hasiway Bame.

Kronologi  Kostanis Hasiway Bame

Pada 23 Mei 2025 pukul 12:47 WIT malam. Alamat di Unit 1, Distrik Aimas kabupaten Sorong, Almarhum Kostanis Hasiway Bame telah dijemput oleh sahabat bernama (RT) mengunakan motor Scupy Read. di jalan Gambas unit 1 rumah kos keluarga almarhum Kostanis Hasiway Bame keluar karena sahabat sudah menunggu depan jalan. Korban telah berpamit kepada kedua kakak laki-laki yang ada di rumah kos bahwa ’’bos jangan tutup pintu kos ya, saya jalan cepat saja lalu balik lagi’’. Lalu kakanya jawab bahwa ’’ adik ini sudah malam untuk apa kamu keluar lanjutnya bahwa kalo begitu cepat pulang e, korban balas ‘’ iyo kaka.

“Korban ( Kostanis Bame read ) langsung tujuan ke arah temanya sudah menunggu dengan motor, lalu mereka berdua jalan .  Dan disaat itu, Si Diduga Pelaku RT sudah membeli minuman beralkohol jenis Cap Tikus (CT) satu botol sudah isi dalam jok motor. Sejak 24 April 2025, mereka berdua tujuan ke arah jalan Pepaya Jalur II tepat pukul 01:17 menit, Sabtu (24/05/2025) Sempat adik Simon Nauw telah pulang dari main Internet bertemulah mereka korban dan temannya RT disitu dan Simon langsung minta rokok pada kakaknya (almahum) dan kakanya langsung memberikan rokok kepada adik Simon Nauw dan Simon langsung berpamitan pulang ke rumahnya. Selanjutnya, Mereka berdua lanjut minum sampai selesai, RT lalu ajak almahum untuk mereka dua pergi ke SP I karena ada acara disana dan dan sekaligus beli Minumun lagi,  dan mereka berdua lanjut minum di SP 1 itu bersama dengan kedua teman lainnya yaitu, PW dan  YB sampai jam 03.00 WIT, lalu teman yang bernama PW pamit dan pulang duluan,” terangnya.

“Selanjutya, mereka bertiga  yaitu Kostanis Bame (Korban), RT dan YB lanjut Minum hingga pukul 04:30 menit atau setengah lima subuh. Sabtu (24/05/2025) terjadi penemuan kematian kostanis Bame dan mayatnya tergeletak dipingir jalan raya dimana tempat mereka bertiga minum alcohol  berlokasi samping jalan raya dekat Rumah Makan (RM) Jonglo SP.I, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong.  salah seorang JB langsung dengan motor melapor kepada pos penjagaan di Tugu Merah bahwa bahwa ada diduga mayat dekat Warung Makan Jonglo SP1 selanjutnya mereka Pos Penjagaan melaporkan ke lalu lintas Polres Sorong.,” imbuhnya.

Kemudian  pihak kepolisian Resor Sorong bagian lalu lintas langsung menuju TKP dan menangani korban setelah itu bawah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) John Piet Wanane, Kabupaten Sorong, karena korban tidak ada identitas lalu mereka alihkan ke Rumah Sakit Umum (RSUD) Sele Besolu kilo meter 12, Kota Sorong, Pihak Rumah Sakit menghubungi pihak keluarga korban sekitar jam 12:10 WIT, Sabtu (24/05/2025) baru menerima informasi bahwa anaknya sudah meninggal dunia dan jenasahnya di kamar Mayat di rumah sakit sele besolu km 12 Kota Sorong, Papua Barat Daya.P

Prosesi pemakaman 

Sejak Minggu 25 April 2025 di Rufei, Kelurahan Klawasi, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong, Papua Barat Daya. Lalu  pihak keluarga korban gelar mediasi dengan Polres Sorong pada 26 April 2025, kemudian dilanjutkan proses olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh pihak kepolisian resor Sorong bagian lalu lintas (lakalantas) dan telah dipertemukan terduga pihak pelaku dan keluarga korban lalu dilakukan mediasi oleh satuan lalu lintas polres Sorong namun, pembahasan itu tidak berhasil malah memperpanjang masalah. pihak keluarga menduga korban bukan kecelakaan lalu lintas memainkan murni pembunuhan.

“Kami tidak menerima atau olah TKP lalu lintas seakan-akan memberikan data informasi sangat tidak memuaskan bagi kami pihak korban. Polres Sorong dan gabungan lalu lintas Propam, Reserse pun hasilnya tetap sama. Selama pertemuan tersebut pihak polres Sorong mengeluarkan pernyataan resmi gusir keluarga korban dan tidak menggapai masalah ini secara serius,” katanya.

Sementara itu ketua umum himpunan mahasiswa Islam HMI cabang Sorong Mukhlis Rumadan, desek kepada pihak aparat penegak hukum terutama kepolisian segera tindak cepat menyelidiki siapa pelaku kejadian tersebut.

“Diadili sesuai perbuatannya jika hal itu terus dibiarkan maka sudah barang tentu ada korban serupa di kedepannya. Kostanis Hasiway Bame merupakan korban pembunuhan yang dilakukan oleh oknum tidak tidak bermoral. Kami sangat perhatinkan kasus miris ini,” kata Mukhlis Rumadan

Menurut mereka kasus ini seakan-akan diduga terjadi kerjasama antara pihak pelaku dan APH sehingga masalah ini tidak diungkap secara publik.

Keluarga korban bersama PMKRI Cabang Sorong  menuntut sebagai berikut :

  1. Kami mendesak kepada Kapolres Sorong dan jajarannya untuk segera mengungkapkan siapa pelaku dibalik pembunuhan kematian almahum Kostanis Hasiway Bame ditangkap dan diproses sesuai Hukum yang berlaku di NKRI.
  2. Kami mendesak Kapolda Papua Barat Daya untuk segera mengambil alih dan menyelesaikan masalah tersebut.
  3. Kami meminta kepada pihak kepolisian untuk segera memproses pelaku sementara yang diduga telah membunuh almahum Kostnis Hasiway Bame.

Laporan : Eskop Wisabla

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *