Bentuk Generasi Kritis dan Progresif GMNI Buka Penerimaan Anggota Baru

SORONG, Catatan Jurnalist — Mengangkat tema “Membentuk karakter yang berjiwa Dinamis dalam Bingkai Marhaenisme untuk menghadapi Tantangan Zaman”, Dewan Pengurus komisariat (DPK) Ekonomi dan DPK Hukum Viktory Sorong Menggelar Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) di kantor Kelurahan Malawei, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (10/10/2025).

Ketua panitia Pekan penerimaan anggota Baru Rocky Yekwam, mengatakan penerimaan anggota baru kali ini mereka merupakan mahasiswa aktif dari berbagai kampus yang ada di kota Sorong yaitu, kampus Universitas Muhamadiyah Sorong (UNAMIN) Universitas Viktory Sorong, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong (UNIMUDA) Universitas Kristen Papua (Ukip) Sorong, Politeknik Katolik Saint Paul Sorong dan STIKES Papua Sorong, dan lainya.

“Pembentukan panitia ini sejak 19 September 2025, target kami menggerakkan kegiatan penerimaan ini tanggal 3 Oktober Namun masih beberapa hal yang kekurangan dalam kegiatan dimaksud. Seperti pendanaan sehingga tidak terjadi maka kami dilanjutkan pada hari ini dan peserta yang resmi mengikuti sebanyak 41 peserta anggota baru,” kata Rocky Yekwam.

Foto: Suasana penerimaan anggota baru

Yekwam menyampaikan antusias dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak terutama senior-senior bung dan Sarinah serta anggota GMNI yang telah berpartisipasi dan memberikan kontribusi positif guna menyukseskan kegiatan tersebut.

“Tujuan penerimaan anggota baru diajak untuk meningkatkan pemahaman dan pemikiran kritisnya mengenai berbagai masalah yang ada di masyarakat, dari persoalan kampus hingga isu-isu nasional. Membentuk kader berkualitas gerbang untuk melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, kritis, dan berkarakter,” imbuhnya.

“Sebagai langkah awal pengaderan yang esensial untuk membentuk calon pemimpin bangsa. Memperluas basis organisasi

Kegiatan ini berfungsi sebagai sarana untuk kaderisasi dan memperkuat solidaritas antaranggota. Pekan penerimaan melalui komisariat berupaya menjaring mahasiswa-mahasiswa potensial untuk bergabung dan melanjutkan estafet perjuangan organisasi di kampus,” ungkapnya.

Yekwam berharap calon anggota baru bung dan Sarinah dapat mengikuti proses dengan baik, karena wadah ini berproses yang sungguh-sungguh, melahirkan pikiran-pikiran, berpotensi yang berpengaruh ke semua aspek kehidupan baik secara pribadi tetapi juga untuk agen berubahan di daerah masing-masing, apalagi warna organisasi ini adalah gerakan memperjuangkan hak-hak masyarakat.

Kegiatan ini resmi dibuka oleh ketua GMNI cabang Sorong Angky Dimara, dilanjutkan dengan sambutannya menekankan penerimaan bertujuan untuk menggalang anggota baru sehingga proses kaderisasi dalam organisasi terus berjalan.

“Dan ini bagian penting dalam organisasi karena ini adalah proses kaderisasi yang pastinya ini untuk kepentingan regenerasi GMNI ke depan khususnya di Kota Sorong. peserta baru yang bergabung Ini sangat luar biasa.Dan harapan kami ke depan GMNI bisa untuk membentuk karakter dan mental anak bangsa lebih khusus anak-anak Papua sehingga ke depan bisa menjadi pemimpin di negerinya sendiri.

“GMNI tetap jaya dan menjadi inkubator untuk pembentukan mental dan karakter sekaligus menjadi penyambung aspirasi bagi kaum-kaum tertindas,” Ketua GMNI cabang Sorong.

Dimara menjelaskan ada Empat tahapan kaderisasi GMNI adalah Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB), Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD), Kaderisasi Tingkat Menengah, dan Kaderisasi Tingkat Pelopor.KTP ini dilakukan oleh tingkat Dewan Pimpinan Pusat di Jakarta. Ia berharap proses kaderisasi ini terus berjalan.

“Anggota baru yang hari ini bergabung dengan GMNI ini boleh mengikuti proses tahapan-tahapan selanjutnya. Namun tidak hanya itu, ada ruang-ruang lain misalkan turun jalan dan kemudian juga kajian diskusi. Dan juga latihan-latihan dasar kepemimpinan yang lain yang bisa kami lakukan. Untuk kemudian mementuk mental dan karakter para anggota baru,” ungkapnya.

“Saya secara pribadi sebagai Ketua GMNI cabang Sorong saya punya slogan dalam GMNI yaitu membentuk mental dan karakter para anggota dan kader. Karena bagi saya pembentukan mental dan karakter adalah hal yang sangat penting dalam perjalanan anggota dan kader. Sehingga ketika tongkat estafet selanjutnya diserahkan kepada mereka, mereka tidak lagi ragu untuk menjalankan roda organisasi. Karena mereka sudah terbentuk mental dan karakternya sejak berproses di gerakan yang berasaskan Marhaenis, untuk membentuk kader yang ideologis, progresif, dan berkepribadian untuk mewujudkan sosialisme Indonesia,” pungkasnya.

Laporan: Eskop wisabla

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *