Politisi PDI-P Sadarestuwati Sentil PT Telkom Kejam Hilangkan Sisa Kuota

JAKARTA, Catatan Jurnalist – Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Komisi VI DPR RI Sadarestuwati menyentil PT Telkom Indonesia (Persero ) TBK, terkait hilangnya kuota sisa penggunaan data masyarakat dalam setiap bulan saat rapat dengar pendapat Komisi VI DPR RI dan Diruktur PT Telkom Indonesia beberapa hari lalu.

Menanggapi hasil paparan disampaikan PT Telkom Indonesia, Sadarestuwati mengungkapkan perusahaan plat merah tersebut kejam dengan menghilangkan sisa kuato pemakain masyarakat yang dinilai dapat salah satu sumber penghasilan yang besar.

“Saya tidak akan mengulang, namun yang pertama saya ingin mendapatkan penjelasan berkaitan dengan pendapatan usaha triwulan pertama tahun 2025, Trilliun pendapatan usahanya 36,6 kemudian laba usahanya 18,2 Trilliun. Ini berarti di marginnya di 49,8. Namun begitu di laba bersih ini langsung turun drastis dari 49,8 langsung jatuh tinggal 15,9. Kalau kita melihat Telkom ini kan sebenarnya salah satu perusahaan negara yang boleh dibilang ini sebenarnya perusahaan monopoli. Walaupun ada pesaingnya ada Starling ada XL, tapi kan dominasinya Telkom, Telkomsel dalam hal ini. apa iya kemudian kalau labanya laba usaha segitu laba bersihnya hanya 15,9 ? Kalau kami kalau hitungan usaha itu ya keuntungan tipis, melihat apa melihat di sini tidak apa tidak lepas dari campur tangan pemerintah, karena namanya perusahaan milik negara, jadi nanti saya tolong dijelaskan ini apa antara laba usaha dengan laba bersih itu bisa sedemikian jauh itu hitungannya Seperti apa larinya ke mana, Ituh yang pertama,” kata Sadarestuwati.

“Yang kedua kalau di komisi 5 Bang Adian itu bilang aplikator kejam, promo ojol itu bohong, kalau di sini boleh saya katakan Telkomsel          Kejam karena melenyapkan sisa kuota dari para penggunanya. Ini kalau dihitung tidak sedikit, tadi benar disampaikan oleh pak Mukti ini harus di evaluasi jangan sampai kemudian rakyat yang sudah menggunakan Telkomsel kemudian mereka Kalau lari mereka harus lari kemana ? Starlink tidak bisa mencapai pada tingkatan daerah yang pelosok-pelosok seperti desa saya. Saya sendiri kalau mau telepon Padahal saya sudah pakai jaringan wi-fi tapi kalau mau telepon Kalau tidak di atas saya harus lari keluar rumah dulu,” pungkas Politisi PDI P Daerah Pemilihan Jawa Timur 8.

Masih disebutkan Sudarestuwati hal yang menjadi persoalan maka dari itu tentunya sisa kuota yang ditinggalkan oleh para pengguna ini kan tidak sedikit. Kami nanti diberikan hitung-hitungannya, terus ke mana sisa kuota ini kalau menurut saya menurut saya ini sisa kuota ini harusnya masuk di dalam laba dari Telkom harusnya. Nah selama ini ke mana sisa itu ? contoh saya menggunakan kartu Halo, Tapi saya hampir tidak pernah sama sekali menggunakan untuk secara aktif menggunakan kartu halo saya, tapi saya harus membayar setiap bulan.

Selain itu Sudarestuwati menyampaikan begitu banyaknya apa usaha-usaha yang pengembangan usaha dari PT Telkom ini Ini seharusnya bisa memberikan penghasilan yang lebih artinya kontribusi kepada negara Harusnya bisa lebih besar. Karena kalau dilihat di sini kontribusi untuk negara ini sudah total, sudah dari pajak kemudian pajak itu sudah PPH badan PPH karyawan PPN, PBB kemudian PNBP dan lain-lain itu dari 2020 sampai 2024 hanya memberikan kontribusi 241,5. Kalau melihat kalau melihat usaha yang berada di Telkom group ini harusnya bisa jauh lebih besar dari itu. Tidak kalau boleh saya katakan tidak sekecil ini coba nanti saya diberikan penjelasan terkait ini. Kalau bisa per badan usaha per bisnis, agar kami tahu penghasilan laba tinggi dan penghasilan laba rendah, kerana DPR menjalankan fungsi kontrol.

Redaksi

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *