SORONG, Catatan Jurnalist — Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Muhamadiyah Sorong (HIMATIF- UNAMIN) Berkolaborasi dengan Persekutuan mahasiswa Kristen (UKM PMK-UNAMIN) menyelanggarakan ibadah lepas sambut tahun dengan meriah dan suka cita, hal ini bertujuan mempererat kebersamaan. Acara digelar di Gereja GKI Sion Malaingkedi kota Sorong Papua Barat Daya.
Kegiatan Ibadah lepas sambut Tahun Baru ini mengangkat Tema” Mahasiswa Hari ini adalah pemimpin hari Esok” sebagai bentuk ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun yang telah berlalu sekaligus memohon berkat di tahun yang baru serta sebagai pembuka lembaran baru mahasiswa-mahasiswi sorong UNAMIN memasuki 2026.
Ketua HIMATIF- UNAMIN Imanuel Ikoh Sentuf mengatakan bahwa ibadah lepas sambut Tahun baru ini merupakan sejarah baru. Latar belakang ibadah tersebut adanya kerinduan untuk bagaimana mengadakan satu kegiatan yang bersifat Rohani, menyambut Tahun baru.
“Ibadah Natal itu hal yang biasa tapi ini luar biasa. Ini merupakan sejarah buat kita mahasiswa-mahasiswi UNAMIN. Biasanya itu ibadah Natal tapi hari ini beda, kita berkolaborasi dengan UKM-PMK Unamin melakukan ibadah sambut tahun Baru,” katanya , Jumat (09/01/2026) malam.
“Kita lihat di kampus kita ini mayoritasnya kampus muslim. Tapi bagaimana kita coba menggerakkan secara kekristianan yang bersifat ibadah. Nah itu yang kemudian menjadi alasan sehingga berangkat dari kerinduan kita untuk bagaimana membuat satu kegiatan ibadah yang tidak hanya bersifat natal.Tapi ibadah lepas sambut,” imbuhnya kepada Catatanjurnalist.com.
Imanuel Ikoh Sentuf menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan memberikan kontribusi positif guna menyukseskan kegiatan tersebut. Melalui khotbah menanamkan nilai-nilai semangat dan spritual bagi mahasiswa-mahasiswi di kampus UNAMIN.
“Kampus Unamin inlusif tetapi momentum ibadah, ini sangat luar biasa. Teman-teman agama lain juga bisa berpartisipasi. Ibadah bukan soal makan minum melainkan memperkuat iman dan mendekatkan diri kita kepada Tuhan sesuai kepercayaan iman. Saya ucapan terima kasih kepada mahasiswa dari berbagai Fakultas yang sudah hadir,” ungkapnya.
Duta Genre (Generasi Berencana) Putra Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya tahun 2024 ini juga menjelaskan melaksanakan ibadah lepas sambut menjadi titik awal bagi kita mahasiswa untuk menjalani kehidupan di tahun 2026 dengan penuh sukacita dan damai sejahtera. Dibentuk secara kebenaran firman Tuhan.
“Kesannya yang pertama ini di luar ekspetasi kita. Kita bersyukur karena mahasiswa ternyata yang datang juga banyak, ini di luar ekspetasi kita, puji Tuhan kita bersyukur sekali. Pesannya semoga kegiatan ibadah lepas sambut ini bisa terus terlaksana di tahun-tahun yang akan datang. Ini menjadi wujud nyata. himpunan dan organisasi ataupun UKM kampus mulai untuk berkolaborasi satu sama lain.Untuk menciptakan lingkungan kampus yang inklusif tapi juga mendukung potensi setiap mahasiswa. Ia mengakui, terkait kerjasamapenetanganan antara Himatif UKM- PMK guna simbolik menciptakan ruang kolaboratif guna meningkatkan kemampuan skill dan soft Skill,” terangnya.
“Bentuk kolaborasinya itu macam-macam, selain terlibat sebagai penyelenggara kegiatan bersama. Tapi juga bisa sebagai media partner saling mendukung dan saling membantu secara finansial maupun juga non-finansial. Supaya terciptanya ruang kolaborasi dalam himpunan ataupun dalam kampus yang lebih terbuka,” pungkasnya.
Anggota Majelis Rakyat Papua Barat Daya (MRP PBD), Selly Kareth mengatakan kegiatan ini sebagai satu awal yang baik untuk bagaimana menyatukan perbedaan di kampus. Artinya mahasiswa boleh ikut kuliah di kampus menempuh pendidikan tapi juga mereka punya kebebasan dalam menganut kepercayaan mereka.
“Jadi sekalipun di kampus muslim tapi tetap diberi kebebasan.Ini adalah salah satu bentuk apresiasi saya kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong serta jajaran dari pihak kampus. Saya percaya bahwa kita sedang meletakkan dasar untuk menjadi pemimpin-pemimpin di hari besok yang lebih baik. Saya selaku anggota MRP Melihat kegiatan ini adalah satu hal yang sangat penting untuk pengkaderan bagi mahasiswa. Tapi juga kita sedang mengkaderkan pemimpin-pemimpin yang hari esok yang sangat berkualitas,” kata Selly.
Selly baraharap pengurus BEM dan juga himpunan mahasiswa untuk kedepannya bisa berkolaborasi bersama baik secara internal dan eksternal.
“Ke depannya saya ingin supaya saya punya waktu untuk melakukan penjaringan aspirasi berkolaborasi bersama BEM, dan juga mahasiswa yang ada di Universitas Muhammadiyah Sorong ini. Tapi juga kampus-kampus yang ada untuk bagaimana kita sama-sama mengagas regulasi-regulasi yang bisa untuk memberikan keberpihakan kepada hak-hak orang asli Papua, tapi juga untuk kemajuan di Provinsi Papua Barat Daya. Jadi saya sangat membutuhkan ide gagasan dari mahasiswa-mahasiswa cerdas yang ada di kampus,” imbuh Anggota Majelis Rakyat Papua Barat Daya ini.
“Untuk sama-sama kita melihat dan kita mengagas regulasi untuk kita mendorong ke pemerintah sehingga itu menjadi satu acuan, supaya perhatian pemerintah itu lebih fokus untuk mendukung mahasiswa di kampus karena terkadang banyak mahasiswa itu terabaikan.karena adanya biaya kampus yang sangat tinggi. Sehingga saya harapkan kepada pemerintah untuk bisa memberikan support penuh untuk mahasiswa,” harapnya.
Menurutnya mahasiswa hari ini adalah pemimpin hari esok. sehingga pemerintah harus support dana dan memprioritaskan kepada mahasiswa di jenjang perguruan tinggi, harus semakin ditingkatkan dan utamakan Selain itu juga sarana-sarana pembangunan fasilitas kampus yaitu ruangan dan juga tempat-tempat yang nyaman untuk mahasiswa bisa belajar.
Sementara itu, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM), Lukman Fauzi Rumwokas mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia mengatakan ibadah lepas sambut Tahun Baru bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan ruang refleksi diri bagi mahasiswa untuk menilai kembali perjalanan akademik, organisasi, dan kehidupan sosial selama satu tahun terakhir.
“Tahun yang telah kita lewati tentu penuh dengan dinamika, tantangan, dan pembelajaran. Melalui ibadah ini, kita diajak untuk bersyukur, merefleksikan diri, serta mempersiapkan hati dan pikiran untuk menyongsong tahun yang baru dengan semangat yang lebih baik,” ujar Lukman.
Lukman Fauzi Rumwokas juga mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadikan Tahun Baru sebagai awal yang baru dalam meningkatkan prestasi akademik, memperkuat solidaritas, serta aktif berkontribusi positif bagi kampus dan masyarakat.
“Saya pikir kegiatan ini yang diselengkarakan oleh himpunan mahasiswa informatika dan persekutuan mahasiswa Kristen ini adalah proses kinerja berkelanjutan, bukan cuma hanya sekedar di sini saja, tetapi di dalam kepengurusan-kepengurusan yang lain itu harus diselengkarakan sampai seterusnya. Ini momentum penting bagi kita sebagai mahasiswa, mendekatkan diri kepada Tuhan dan saling berkolaborasi sesama teman-teman yang lain. Baik oleh mahasiswa lintas fakultas, pengurus organisasi kemahasiswaan, serta sejumlah civitas akademika,” ungkap Lukman.
Lukman menyebutkan berproses di setiap langkah adalah menata diri ke depan. Jika kita mau menjadi seorang pemimpin seperti DPR atau kepala dinas, proses adalah salah satu syarat.
“Mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, moral, dan spiritual. Mari kita songsong tahun yang baru dengan semangat persatuan dan tanggung jawab,” tambahnya.
Ibadah lepas sambut Tahun Baru ini mencerminkan harapan agar seluruh mahasiswa-mahasiswi UNAMIN, diberikan kesehatan, hikmat Tuhan.mempererat kebersamaan serta memberikan ketenangan batin dalam menyambut pergantian tahun.
Laporan : Eskop Wisabla















