Segel Eager Camp Tangkupan Perahu, Dedi Mulyadi ; Itu area sakral lokasi latihan Kopassus

JABAR, Catatan Jurnalist –  Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyegel proyek wisata Eiger Camp di lereng Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Bandung Barat.Dirinya menyebutkan penyegelan dilakukan karena adanya potensi kerawanan bencana akibat pembangunan dilahan yang berada di titik tertinggi kawasan tersebut. Terlebih lahan tersebut merupakan area sakral lokasi latihan Kopassus.

Dilansir dari akun medsos pribadi Dedi Mulyadi, dirinya mengakui berdasarkan aspek normatif, terdapat izin tertulis yang ditempel oleh pihak Eiger di lokasi proyek. Namun yang dikeluarkan pemerintah Kabupaten Bupati Bandung Barat.

“Ini saya sudah berada di posisi kaki gunung Burangrang dan sebagian wilayah Tangkuban Perahu ini Tangkuban Perahu ini saya sudah berada di posisi kaki Gunung Burangrang dan sebagian wilayah Tangkuban Perahu Tangkuban Perahu ini ya disitu Lembang ini areal dikelola oleh PT Eiger mungkin KFO dari PTPN dan sudah berdiri bangunan rangka baja perhatikan baja dan ini sudah ditutup oleh satuan Polisi pamong praja Provinsi Jawa Barat,” kata Dedi Mulyadi.

“Dan yang menjadi problem pasti izinnya sudah keluar nanti saya mau teliti kenapa izinnya keluar dan kenapa Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memberikan izin padahal situ Lembang itu areal yang sakral bagi latihannya Kopassus. Jadi daerah ini semestinya tidak berubah dia harus menjadi pohon-pohon hutan yang lebat. Karena ini kakinya ini kakinya Ya kebijakan-kebijakan yang salah tata ruang yang salah telah mengakibatkan pola pembangunan dan pengembangan wisata yang tidak karu-karuan kemudian mengancam ekosistem, mengancam lingkungan  dan mungkin juga akan menimbulkan bencana karena ini di kaki gunung tetapi juga sikap seperti ini merugikan pengusaha juga karena pengusahanya sudah dikasih izin pada akhirnya harus ditutup karena ijinnya tidak teliti tidak diteliti dengan baik,” pungkas Dedi Mulyadi.

Dilansir dari Radar Bogor, perwakilan PT Eiger yang diwakili Penyusun Dokumen Amdal Eiger Camp dari PT Mitra Reka Buana, Jemy Septendi, menegaskan bahwa proyek ini telah mengantongi izin yang diperlukan.

Ia menjelaskan bahwa penyegelan ini terjadi akibat miskomunikasi antara Satpol PP dan pihak Eiger Camp.

***

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Liputan Terkini