SFC Dibantai 5-0, Suporter Mengamuk dan Rusak Fasilitas Stadion Jakabaring

PALEMBANG, Catatan Jurnalist Kekalahan telak Sriwijaya FC (SFC) dari Sumsel United dengan skor mencolok 0–5 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sabtu (24/1/2026), berubah menjadi malam kelam bagi sepak bola Sumatera Selatan. Ribuan suporter Sriwijaya FC meluapkan amarah dengan turun langsung ke lapangan, merusak fasilitas stadion, dan membakar spanduk protes.

Amukan suporter tak terbendung. Meski telah dihadang petugas keamanan dan panitia pertandingan, massa tetap merangsek keluar dari tribun menuju lapangan hijau. Aksi ini melibatkan berbagai elemen pendukung, termasuk Singa Mania dan Sriwijaya Mania.

Setibanya di lapangan, suporter melampiaskan kekecewaan dengan mencabut dan melempar kursi stadion, menendang papan iklan, menyalakan flare, hingga membakar spanduk bernada kecaman. Botol minuman pun beterbangan ke arah lapangan, menciptakan situasi mencekam.

Kemarahan suporter dipicu performa buruk Sriwijaya FC yang tak kunjung membaik sepanjang musim. Kekalahan ini memastikan Laskar Wong Kito terdegradasi ke Liga 3, sebuah ironi pahit bagi klub yang pernah menjadi raksasa sepak bola nasional.

Sejumlah spanduk protes dibentangkan, tak hanya menyasar manajemen klub, tetapi juga Sumsel United dan pejabat daerah. Salah satu spanduk mencolok bertuliskan, “Sriwijaya FC Dizolimi.”

Di tengah situasi panas, pemain Sriwijaya FC, Rizky Afriansyah, turun langsung ke lapangan untuk meredam emosi massa. Dengan mikrofon di tangan, ia memohon agar suporter menghentikan aksi anarkis.

“Sriwijaya FC tetap kita dukung, di liga berapa pun,” teriak Rizky di hadapan ribuan suporter.

Pelaksana pertandingan sekaligus perwakilan tuan rumah, Faisal Mursyid, juga menyampaikan imbauan serupa.

“Sayangi stadion ini. Ini stadion kalian. Jangan kita rusak,” ujarnya.

Aparat kepolisian terpaksa disiagakan penuh untuk mengamankan area vital, termasuk ruang VIP dan ruang ganti pemain, guna mencegah eskalasi kerusuhan lebih lanjut.

Sementara di atas lapangan, Sumsel United tampil tanpa ampun. Lima gol dicetak oleh Rahmad Hidayat (menit ke-9 dan 61) serta Juninho yang mencatatkan hattrick pada menit ke-22, 29, dan 90. Kemenangan ini mengangkat tim asuhan Nil Maizar ke peringkat tiga klasemen, menggusur posisi sebelumnya di bawah Bekasi FC.

Sebaliknya, Sriwijaya FC kian terbenam di jurang degradasi, meninggalkan kekecewaan mendalam bagi pendukung setianya dan menyisakan pertanyaan besar soal masa depan klub kebanggaan Sumatera Selatan itu.

Laporan: Dapites

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *