SKK Migas dan FJM Sumsel Perkuat Kolaborasi Lewat Media Field Trip 2026

MUARA ENIM, Catatan Jurnalist – SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wilayah Sumatera Selatan kembali menggelar kegiatan tahunan Media Field Trip 2026 bersama Forum Jurnalis Migas (FJM) Sumsel. Kegiatan berlangsung di Lapangan Cantik, wilayah kerja PT Sele Raya Belida, Desa Lembak, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, Senin (8/6/2026).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel, Safei Sapri, SH., MH., Field Superintendent PT Sele Raya Belida Elvi Kurnia Hakim, Ketua FJM Sumsel H. Oktaf Riyadi, serta puluhan jurnalis dari berbagai media di Sumatera Selatan.

Media Field Trip merupakan bagian dari Program Kerja Bersama SKK Migas-KKKS Sumbagsel Tahun 2026 yang bertujuan memberikan pemahaman langsung kepada insan pers mengenai aktivitas operasi hulu migas di lapangan.

Dalam pemaparannya, Safei Sapri menjelaskan bahwa terdapat berbagai ketentuan keselamatan dan operasional yang harus dipatuhi saat memasuki area kerja migas. Ia menyebutkan, saat ini Sumur Cantik tengah menjalani proses workover atau upaya peningkatan produksi sehingga aktivitas produksi sementara dihentikan untuk mendukung pekerjaan pengaktifan kembali sumur.

“Di area operasi saat ini banyak peralatan dan aktivitas pekerjaan yang sedang berjalan. Karena itu, seluruh kegiatan harus mengikuti standar keselamatan yang ketat,” ujarnya.

Safei juga menjelaskan mengenai status jalan operasional migas yang kerap menjadi perhatian masyarakat. Menurutnya, jalan yang dibangun untuk mendukung kegiatan operasi migas memiliki regulasi tersendiri dan tidak dapat secara otomatis ditingkatkan menjadi jalan desa atau jalan kabupaten karena penggunaannya diatur khusus untuk kebutuhan operasional perusahaan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sektor hulu migas saat ini mendapat amanah besar dari pemerintah dalam mendukung swasembada dan ketahanan energi nasional. Untuk mencapai target produksi minyak nasional dalam APBN 2026 sebesar 610 ribu barel per hari, SKK Migas bersama KKKS terus mendorong peningkatan produksi melalui kegiatan eksplorasi dan eksploitasi.

“Kami membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk media, untuk menyampaikan kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan mengenai pentingnya kegiatan hulu migas dalam mendukung kebutuhan energi nasional,” katanya.

Ia juga menyoroti berbagai isu yang kerap muncul di tengah masyarakat, seperti dugaan kebocoran pipa, vandalisme, maupun tudingan pencemaran lingkungan. Menurutnya, seluruh kegiatan yang dilakukan KKKS wajib memenuhi ketentuan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), perizinan, serta standar operasional yang telah ditetapkan oleh regulator.

“Tidak ada kegiatan operasi hulu migas yang dilakukan secara sembarangan. Seluruh aktivitas harus sesuai dengan regulasi dan mendapatkan persetujuan dari SKK Migas,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua FJM Sumsel, H. Oktaf Riyadi, mengapresiasi konsistensi SKK Migas dan KKKS dalam membangun hubungan yang baik dengan media melalui kegiatan Media Field Trip.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi wartawan untuk memahami secara langsung proses industri hulu migas sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat lebih akurat dan berimbang.

“Melalui kegiatan ini, rekan-rekan wartawan dapat melihat langsung bagaimana proses produksi migas berlangsung. Ini menjadi bekal penting agar masyarakat memahami peran strategis sektor hulu migas bagi pembangunan dan ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif, para peserta mendapatkan penjelasan langsung terkait kegiatan operasional migas, aspek keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, hingga kontribusi sektor hulu migas terhadap perekonomian daerah dan nasional.

Dalam kesempatan yang sama, PR Supervisor PT Sele Raya Belida, Valentina, memaparkan berbagai program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang telah dijalankan perusahaan sepanjang tahun 2025 di wilayah sekitar operasi.

Menurut Valentina, program tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk memastikan keberadaan industri migas tidak hanya berkontribusi terhadap produksi energi nasional, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja.

Berbagai program yang telah direalisasikan mencakup sektor kesehatan, pendidikan, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelestarian lingkungan, hingga bantuan tanggap darurat kebencanaan.

“Melalui program PPM, kami berupaya menghadirkan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Program-program yang dijalankan disesuaikan dengan kebutuhan warga serta mendukung pembangunan daerah di sekitar wilayah operasi,” kata Valentina.

Ia menambahkan, seluruh program PPM disusun melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan guna memastikan pelaksanaannya tepat sasaran dan memberikan dampak positif dalam jangka panjang.

Melalui kegiatan Media Field Trip 2026 ini, SKK Migas dan KKKS berharap terjalin pemahaman yang lebih baik antara industri hulu migas, media, dan masyarakat, sekaligus memperkuat dukungan terhadap upaya menjaga ketahanan energi dan mewujudkan target produksi nasional yang telah ditetapkan pemerintah.

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *