Tertinggi 10 Tahun Terakhir, Per Juli 2025 Kebakaran Hutan dan Lahan Mencapai 1.104 Titik

PALEMBANG, Catatan Jurnalist — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat, hingga 22 Juli 2025, telah terjadi 54 kali kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan luas lahan terbakar mencapai 43,08 hektare.

Berdasarkan data sebaran hotspot yang diperoleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), jumlah hotspot di 17 kabupaten/kota di Sumsel mencapai 1.104 titik selama 1-24 Juli 2025.

Angka itu menandakan lonjakan sebaran hotspot yang signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya tahun ini, yakni 576 titik pada Juni, 523 titik (Mei), 216 titik (April), 100 titik (Maret), 66 titik (Februari), dan 45 titik (Januari).

Dari 1.104 hotspot itu, titik terbanyak terdapat di Kabupaten Musi Banyuasin, yakni dengan 247 titik. Kemudian disusul Musi Rawas Utara (176 titik), Musi Rawas (171 titik), dan Muara Enim (148 titik). Sementara di 13 kabupaten/kota lainnya, hotspot yang terpantau masing-masing di bawah 100 titik, terendah di Prabumulih dan Lubuk Linggau yang masing-masing 2 titik, Palembang (3 titik), dan Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan (9 titik).

Kalaksa BPBD Sumsel Iqbal merinci, kejadian karhutla paling banyak terjadi di Kabupaten Ogan Ilir dengan 41 kejadian. Wilayah paling banyak terdampak karhutla di sana adalah Kecamatan Indralaya Utara yang mencapai 19 kejadian. Kemudian, Kecamatan Pemulutan 6 kejadian, Pemulutan Barat 5 kejadian, Payaraman 4 kejadian, Tanjung Batu 3 kejadian, Indralaya 2 kejadian, serta Rambang uang dan mu a ra uang masing-masing satu ke jadian untuk wilayah kabupaten Oki ter da pat untuk wilayah kabupaten oki terdata t 5 kejadian rincian di kecamatan tulung selapan dan jungkal masing-masing dua ke jadian dan di pampangan satu kejadian kabupaten pali terdapat tiga ke jadian yakni di kecamatan pondok  untuk wilayah kabupaten oki terdata 5.

Saat musim kemarau titik hotspot di Sumatera Selatan mulai menonjol drastis berdasarkan data lembaga penerbangan dan Antariksa Nasional ternyata hingga 24 juli 2025 ada 1.104. titik hotspot di Sumatera Selatan.

Bahkan angka titik hotspot Juli 2025 itu menjadi yang tertinggi secara bulanan dan tertinggi juga dibandingkan selama 10 tahun terakhir dari 2015.

Berdasarkan data yang ada pada Juli 2015 hotspot sebanyak 6 bahkan angka titik hotspot Juli 2005 itu menjadi yang tertinggi secara bulanan dan tertinggi juga dibandingkan selama 10 tahun terakhir dari 2015 berdasarkan data yang ada pada Juli 2015 hotspot sebanyak 656. Juli 2016 sebanyak 121. Juli 2017 sebanyak 148. Juli 2018 sebanyak 198. Juli 2019 sebanyak 256. Juli 2020 sebanyak 388. Juli 2021 sebanyak 556. Juli 2022 sebanyak 328. Juli 2023 sebanyak 211. Juli 2024 sebanyak 530 titik dan Juli 2025 sebanyak 1.104 titik.

****

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Liputan Terkini